Dewan-Pemko belum Sepakat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan-Pemko belum Sepakat

Dewan-Pemko belum Sepakat
Foto Dewan-Pemko belum Sepakat

* Soal Pinjaman Rp 80 M ke Bank

LHOKSEUMAWE – DPRK Lhokseumawe sampai sekarang belum juga mengeluarkan rekomendasi terkait rencana Pemko untuk meminjam uang sebesar Rp 80 miliar ke bank, guna membayar utang kepada pihak ketiga yang timbul di tahun 2016 lalu. Padahal, pihak eksekutif sudah dua kali menggelar rapat dengan jajaran legislatif di gedung dewan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber, pada tahun 2016 lalu Pemko Lhokseumawe mengalami devisit anggaran yang jumlahnya disinyalir di atas Rp 100 miliar. Imbasnya, di pengunjung tahun 2016, Pemko tidak mampu membayar pihak ketiga yang telah menyelesaikan pekerjaan berbagai proyek di Kota Lhokseumawe. Praktis, itu secara otomatis menjadi beban utang Pemko kepada pihak ketiga yang harus dibayarkan pada anggaran tahun selanjutnya.

Saat APBK Kota Lhokseumawe Tahun 2017 disahkan beberapa bulan lalu, pembayaran utang pihak ketiga itu memang mulai dilakukan. Namun, besaran utang setiap pihak ketiga yang mampu dibayar Pemko hanya 40 persen saja dari jumlah total utang yang ada akibat ketiadaan anggaran. Didasari hal tersebut, maka Pemko pun sempat mewacanakan untuk meminjam uang ke bank guna melunasi semua utang pihak ketiga tersebut.

Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, Suryadi kepada Serambi, Jumat (11/8), menjelaskan, pada prinsipnya pihak legislatif mendukung langkah Pemko untuk meminjam uang ke bank, guna membayar utang pada pihak ketiga. Supaya ke depan tidak sampai terjadi permasalahan dengan pihak ketiga tersebut. Namun begitu, diakuinya, sampai saat ini DPRK belum mengeluarkan rekomendasi terhadap rencana itu dikarenakan Pemko belum memenuhi permintaan kalangan legislatif, walau sudah dua kali mengadakan pertemuan.

Dijelaskan dia, dalam pertemuan pertama pada Senin (24/7) sore, pihak eksekutif hanya memaparkan terkait rencana mau meminjam uang ke bank untuk membayar utang pada pihak ketiga. Namun, dalam pertemuan pertama ini, pihak dewan belum mau mengeluarkan rekomendasi, karena eksekutif harus merincikan dulu, uang yang dipinjam akan digunakan untuk membayar utang di item mana saja.

Pada pertemuan kedua, Rabu (9/10) sore, sebut Suryadi, pihak eksekutif juga hanya membawa data rincian secara umum per dinas saja, tanpa dirincikan untuk membayar utang secara detail, seperti paket-paket mana saja yang akan dibayar. “Sedangkan yang kita minta, pihak eksekutif bisa merincikan secara jelas uang dari hasil pinjaman itu nantinya mau dibayarkan item-item pekerjaan mana saja. Supaya jelas dan detail, bukan secara global per dinas,” ujarnya.

Akibat permintaan data secara detil belum bisa dipenuhi Pemko, maka pihak DPRK pun belum mau mengeluarkan rekomendasi. “Berdasarkan hasil kesepakatan, akan dilakukan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat dan eksekutif akan membawa data secara detail sebagaimana permintaan kita,” pungkas Suryadi.

Pemko: Data Sudah Kita Siapkan
Sementara itu, Sekdako Lhokseumawe, Bukhari AKS dihubungi Serambi, kemarin, menyebutkan, kalau data secara detail yang diminta pihak dewan dasarnya sudah disiapkan. Sehingga pihaknya mengaku akan siap memaparkan dalam pertemuan ketiga dengan dewan.

Terkait jadwal pertemuan lanjutan, menurutnya, akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Tapi untuk pemaparan, hal ini akan kita lakukan di saat ada pembahasan agenda lainnya bersama dewan,” demikian Bukhari AKS.(bah) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id