Anggota Dewan Nyabu dan Bawa Pistol, Mau Apa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anggota Dewan Nyabu dan Bawa Pistol, Mau Apa?

Anggota Dewan Nyabu dan Bawa Pistol, Mau Apa?
Foto Anggota Dewan Nyabu dan Bawa Pistol, Mau Apa?

Personel Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh pada Rabu (9/8) malam, menangkap empat pria pemakai sabu-sabu, di satu desa kawasan Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Seorang dari empat laki-laki yang tertangkap itu adalah anggota DPRA dari partai lokal berinisial Ja (37) asal daerah pemilihan Aceh Timur. Sang legislator ternyata juga memiliki senjata air soft gun yang kini dalam sitaan polisi.

Kabar penangkapan keempat pemakai sabu ini baru mengemuka setelah beredar melalui saluran media sosial maupun fasilitas berbagi pesan, Kamis (10/8) sore. Beredar pula beberapa foto keempat orang yang ditangkap. Selain oknum anggota dewan itu, tiga orang yang ikut diciduk bersama JA adalah HS (35, wiraswasta) penduduk Aceh Besar selaku pemilik barang bukti, Jh (30, buruh bangunan) penduduk Aceh Besar, dan Zul (36, nelayan) penduduk Aceh Timur.

Pejabat kepolisian menjelaskan, mereka ditangkap karena ada laporan masyarakat yang sudah muak terhadap tingkah polah keempat tersangka sabu tersebut. Warga setempat sudah berulang-ulang mengingatkan, tapi mereka tetap nyabu di sana. Makanya dilapor ke polisi.

Yang menarik lagi, pasca penangkapan si oknum anggota dewan itu berusaha menyuap petugas. “Dia mau nyuap kita Rp 500 juta pada saat digerebek di TKP. Kami bilang, simpan saja uangnya,” kata pejabat kepolisian.

Apa boleh buat, kini kedudukan terhormat harus dilupakan. Uang banyak juga tak berarti. JA sejak Rabu malam harus meringkuk di sel Kepolisian Resort Kota Banda Aceh sebagai tersangka kasus narkotika dan obat-obat terlarang.

Pertanyaan yang muncul setelah itu adalah berapa tahun ia harus meringkuk dalam penjara. Lalu, kapan dia akan dipecat dari kedudukannya sebagai anggota dewan?

Pertanyaan-pertanyaan itu memang tak segera bisa terjawab. Sebab, semuanya harus melalui proses yang panjang. Jadi, masyarakat memang harus menunggu sambil terus memantau perkembangan penyidikannya serta melihat pula apa sikap parpol tempat JA berpayung. Dan, yang paling penting kapan DPRA akan bersikap terhadap oknum anggotanya yang demikian. Sebab, kasus narkoba merupakan kejahatan luar biasa. Jadi, dia bisa dipecat.

Selain itu, kita juga ingin mengatakan bahwa UU Narkotika secara tegas mengatur hukuman bagi siapa saja yang terlibat kasus narkoba. Sehingga aparat yang menangani kasus tersebut diharapkan dapat menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kemudian, penangkapan JA bersama dengan empat lainnya yang sedang menikmati narkoba, kita harapkan penyidikannya berkembang hingga bisa mengungkap dari siapa sabu itu dibeli, siapa saja rekan-rekan mereka yang sering nyabu di sana, dan lain-lain. (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id