Polisi Diminta Berikan Insentif untuk Pelapor Sindikat Narkoba | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Diminta Berikan Insentif untuk Pelapor Sindikat Narkoba

Polisi Diminta Berikan Insentif untuk Pelapor Sindikat Narkoba
Foto Polisi Diminta Berikan Insentif untuk Pelapor Sindikat Narkoba

URI.co.id, BANDA ACEH – Tertangkapnya Ja (37) anggota DPRA yang sedang pesta sabu bersama tiga rekannya, Rabu (9/8/2017) di Kawasan Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, tidak terlepas dari laporan masyarakat sekitar.

Masyarakat merasa berang karena Ja dan rekan-rekannya telah berulang kali melakukan hal yang sama di kawasan itu. Bahkan, mereka juga sudah diingatkan, tapi tak pernah dihiraukan, hingga akhirnya masyrakat melapor hal itu ke pihak kepolisian.

Berkat laporan masyarakat, tim Melati Polresta Banda Aceh dan BKO Brimob Polda Aceh, Rabu malam membekuk seorang wakil rakyat dan tiga rekannya yang sedang nyabu.

Laporan masyarakat tersebut, dinilai informasi yang selayaknya diapresi oleh pihak kepolisian. Oleh sebab itu, pakar hukum dan pengamat politik Aceh, Mawardi Ismail SH MHum, meminta polisi untuk menghargai itu.

Polisi diminta untuk memberi insentif kepada masyarakat yang memberikan informasi tentang keberadaan sindikat ataupun pengguna narkoba di Aceh.

“Harus ada insentif kepada masyarakat yang memberi informasi, karena berkat masyarakatlah polisi bisa menangkap para pelaku,” kata Mawardi kepada URI.co.id, Jumat (11/8/2017).

Selain memberikan insentif, polisi juga harus menjamin keamanan para pelapor tersebut. “Sebab kalau ada insentif tapi tidak ada jaminan keamanan, masyarakat juga tidak mau,” ujar Mawardi. 

“Jaringan narkoba ini bisa melakukan apa saja,” pungkasnya. (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id