Anda Mau Sehat? Ikuti Tujuh Pesan Gerakan Masyarakat Sehat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anda Mau Sehat? Ikuti Tujuh Pesan Gerakan Masyarakat Sehat

  • Reporter:
  • Jumat, Agustus 11, 2017
Anda Mau Sehat? Ikuti Tujuh Pesan Gerakan Masyarakat Sehat
Foto Anda Mau Sehat? Ikuti Tujuh Pesan Gerakan Masyarakat Sehat

URI.co.id, BANDA ACEH — Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diprakarsai Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan bekeja sama dengan Anggota DPR RI mengadakan sosialisasi cara hidup sehat dengan pendekatan keluarga di Banda Aceh, Jumat (8/11/2017).

Germas sendiri merupakan program yang dicanangkan Kementrian Kesehatan berdasarkan Instruksi Presiden No.1 tahun 2017. Lalu apa saja isi himbauan tersebut?

Isnaini Putri SSit MKes yang menjadi pembicara mewakili Dinas Kesehatan Aceh Besar mengungkapkan, terdapat tujuh poin utama dalam Inpres Germas tersebut.

Hal pertama yang harus dilakukan, ujar Isnaini, adalah melakukan aktivitas fisik. Aktivitas yang dimaksud tidak selalu tentang olahraga berat. Kegiatan seperti naik tangga atau menyapu halaman rumah juga sudah cukup, asal rutin dilakukan minimal 30 menit sehari.

Selanjutnya adalah mengonsumsi sayur dan buah. Isnaini mengatakan masyarakat Aceh khususnya Aceh Besar sangat susah untuk melakukan hal ini.

“Orang Aceh sangat suka menghindar kalau ditanya masalah makan sayur. Biasanya mereka berdalih sudah makan sayur dari kuah belangong, kan nangka juga termasuk sayuran kata mereka,” ujar Isnani sembari tertawa.

Padahal menurutnya, sayuran yang wajib rutin dikonsumsi adalah sayuran hijau. Selain itu masyarakat juga harus pintar memilih sayuran yang tanpa menggunakan peptisida.

Poin ketiga adalah tidak merokok. Kalau pun merokok, jelas Isnaini, seharusnya dilakukan di luar rumah. Hal ini yang masih menjadi permasalahan di Aceh.

“Yang menjadi masalah sampai sekarang masih banyak orang merokok sambil menggendong anak, atau bahkan di dekat lansia dan wanita hamil,” terangnya.

Selain itu masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya asap rokok. Menurut keterangan Isnaini, asap rokok yang mengenai baju juga tetap membawa dampak yang negatif bagi orang-orang sekitar.

“Seharusnya baju-baju yang terkena asap rokok segera direndam dengan air cuka, jangan dicampur dengan baju lain. Racunnya tetap akan menempel,” ujarnya.

Pesan keempat dari gerakan masyarakat sehat ini adalah tidak minum alkohol.

Khusus daerah Aceh, permasalahan ini sudah diatur dengan aturan syariat sehingga kasusnya lebih sedikit dari daerah lain di Indonesia.

Pesan kelima adalah memeriksa kesehatan secara rutin. Memeriksa kesehatan disini tidak hanya ketika sedang sakit, namun harus secara berkala.

Kabar baiknya, sekarang masyarakat bisa lebih mudah untuk memeriksa kesehatannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 39 tahun 2016 saat ini petugas kesehatan harus melakukan cek kesehatan rutin ke rumah-rumah masyarakat.

Poin selanjutnya dalam program Germas ini adalah membersihkan lingkungan kerja. Menurut Isnani membersihkan lingkungan harus berawal dari diri sendiri.

Khususnya daerah Aceh Besar, Isnani berharap masyarakat mulai bisa mengelola sampahnya sendiri, terutama sampah rumah tangga.

“Waktu dulu Gubernur Irwandi Yusuf pernah bilang dalam suatu kunjungan, kalau mau wisata sampah bisa datang ke Aceh Besar, saya langsung tutup muka, malu sekali. Maka mari, kita sama-sama menjaga daerah kita agar menjadi lebih bersih,” tuturnya.

Pesan terakhir dari Germas adalah menggunakan jamban. Hal ini masih menjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat Aceh, karena nyatanya masih banyak yang sering membuang hajat di kebun-kebun atau sungai.

Padahal menurut Isnaini, hal ini cukup berbahaya karena dapat menyebarkan berbagai penyakit dengan cepat. Untuk itu ia meminta kesadaran semua pihak untuk mengurangi kebiasaan membuat hajat sembarangan.

Ketujuh hal tersebut merupakan hal-hal yang harus dilakukan guna tercapainya masyarakat yang sehat. Isnaini pun berharap semua pesan tersebut dapat dilakukan oleh seluruh keluarga. “Kalau sehat, kita bisa lebih produktif dan bisa mencari nafkah untuk keluarga,” ujarnya.

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di gedung aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) tersebut turut hadir pula anggota DPR RI Tgk Khaidir Abdurrahman SIp dan Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, H Ampera Miko. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id