Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Asdal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Asdal

Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Asdal
Foto Polisi Tahan Dua Tersangka Kasus Asdal

* ‘Anak Desa’ Serahkan Diri

SUBULUSSALAM – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil, Selasa (8/8) malam, menahan dua warga yang diduga terlibat kasus pembakaran fasilitas PT Asdal Prima Lestari (APL) di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Rabu pekan lalu. Kedua tersangka kini ditahan di sel Mapolres Aceh Singkil.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (10/8) siang menyebutkan, kedua warga yang ditahan itu adalah BP alias B (49), penduduk Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, dan Z alias J, penduduk Desa Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan.

Sedianya pelaku akan dibawa ke Mapolda Aceh di Banda Aceh, namun atas arahan pihak Polda akhirnya diperiksa dan ditahan di Mapolres Aceh Singkil. “Penangkapan kedua tersangka merupakan awal pengembangan kasus ini yang telah dinaikkan ke tahap penyidikan,” kata Kapolres Aceh Singkil.

Ia juga meminta masyarakat yang merasa ikut terlibat dalam kasus pembakaran itu agar kooperatif, sehingga memudahkan proses penyidikan. “Jikapun mereka sembunyi, tetap akan dicari, diperiksa, dan terkena hukuman,” kata Kapolres.

AKBP Ian Rizkian mengingatkan bahwa polisi akan mengusut kasus ini secara profesional. Sebab, apa pun alasan tidak dapat menjadi pembenaran untuk melanggar atau melakukan tindak pidana. “Tidak boleh melakukan perusakan yang merugikan orang lain, apalagi sampai membakar,” kata AKBP Ian seraya menyarankan Serambi untuk bertanya ke Kasatreskrim mengenai perkembangan kasus PT Asdal ini.

Terpisah, Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto mengatakan, kedua tersangka ditangkap atas pengembangan pemeriksaan polisi terhadap sejumlah saksi. Hingga kini ada sepuluh saksi yang diperiksa dan polisi mulai mendapat titik terang para pelaku maupun aktor yang menimbulkan kerusuhan massa yang berujung pembakaran itu. “Yang ditangkap ini adalah tersangka pelaku dan sudah ditahan,” kata Kasatreskrim Iptu Agus Riwayanto.

Ia mengisyaratkan, para tersangka pelaku akan bertambah sesuai pengakuan sejumlah saksi yang sudah diperiksa polisi. Jumlah warga yang berpotensi menjadi tersangka cukup banyak, namun polisi nantinya lebih fokus pada pelaku utama atau aktor penggerak.

Menurut Kasatreskrim Iptu Agus, massa yang terlibat dalam kerusuhan berujung pembakaran itu bukan hanya dari Subulussalam, tapi ada pula ratusan orang dari Aceh Selatan, yakni Desa Kapa Seusak, Trumon Timur. Oleh karenanya, yang ditangkap sebagai tersangka juga berasal dari kedua wilayah itu. Polisi bahkan sedang membidik aktor utama penggerak kasus yang menggegerkan Subulussalam itu.

Iptu Agus memastikan dalam kasus ini polisi akan bertindak profesional dan netral. Jika warga menyerah secara sukarela, itu lebih baik. “Kami berharap tidak ada tindakan lain yang muncul terkait aksi penetapan tersangka,” ujarnya.

Tahan Anak Desa
Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan menahan H Zainal bin Ismail, terpidana satu tahun penjara atas kasus penyerobotan lahan perkebunan PT APL. Warga Dusun Rawa Sakti, Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam itu ditahan, Rabu (9/9) pukul 17.00 WIB, setelah menyerahkan diri atas bantuan Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti SH yang turun tangan memediasi kasus ini.

Penyerahan diri Zainal yang akrab disapa “Anak Desa” ini disampaikan Kepala Kantor Kesbangpol Subulussalam, Khairunnas SE kepada Serambi via telepon seluler kemarin.

Menurut Khairunnas, Wali Kota Merah Sakti akhirnya turun tangan memfasilitasi upaya eksekusi Anak Desa yang merupakan tokoh masyarakat paling populer di Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat.

Menurut Khairunnas, bukan sekadar menyerahkan, Wali Kota Merah Sakti bahkan ikut menjemput Anak Desa dari rumah seorang kerabatnya di Kecamatan Sultan Daulat.

Sebelumnya, Zainal dikabarkan sempat “menghilang” dari kediamannya pascarusuh massa pekan lalu.

“Pak Wali Kota turun tangan langsung, karena beliau tidak ingin kasus ini berlarut-larut, harus ada penyelesaian,” kata Khairunnas.

Mantan camat Sultan Daulat ini mengatakan, setelah mendapat wejangan dari wali kota selaku sahabat lama Zainal, ia akhirnya bersedia diserahkan ke pihak kejaksaan untuk menjalani hukuman sebagaimana vonis hakim, Senin 24 Oktober 2016.

Penyerahan Zainal diterima Rahmat Nurhidayat SH selaku penuntut umum Kejaksaan Negeri Aceh Selatan. Sebelum diserahkan, tim medis memeriksa kesehatan Zainal.

Dalam berita acara, Wali Kota Subulussalam Merah Sakti bertindak sebagai pihak yang menyerahkan Anak Desa.

Merah Sakti membenarkan telah menyerahkan Zainal alias Anak Desa ke pihak Kejari Aceh Selatan untuk menjalani hukuman. Menurut Merah Sakti, dia jauh-jauh hari berupaya menyelesaikan persoalan hukum yang membelit sahabatnya itu, namun akhirnya berujung dengan suasana tidak mengenakkan.

Merah Sakti menyatakan Pemko Subulussalam sudah berkoordinasi dengan PT Asdal untuk mencari jalan terbaik bagi penyelesaian kasus kerusuhan massa yang berujung pada pembakaran itu. “Haji Zainal itu sahabat saya sejak muda. Saya ingin persoalan ini secepatnya selesai. Kalau tidak segera dituntaskan, saya khawatir akan berlarut-larut dan kembali memicu persoalan lain,” demikian Merah Sakti. (lid) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id