Bupati tak Boleh Jadi Pemborong | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bupati tak Boleh Jadi Pemborong

Bupati tak Boleh Jadi Pemborong
Foto Bupati tak Boleh Jadi Pemborong

GUBERNUR Aceh, Irwandi Yusuf juga menyampaikan beberapa wejangan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bireuen yang ia lantik Kamis kemarin.

Khusus kepada Bupati H Saifannur, Gubernur Irwandi mengingatkan bahwa sebelum dilantik jadi bupati Saifannur adalah kontraktor. “Nah, sekarang tidak boleh lagi menjadi pemborong karena sudah menjadi bupati,” imbuh Gubernur Irwandi Yusuf dalam pidato sambutannya seusai melantik H Saifannur SSos dan Dr H Muzakkar A Gani MSi masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2017-2022 di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis (10/8).

Irwandi mengharapkan visi dan misi yang telah diusung Saifannur-Muzakkar menjadi pedoman utama dan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh. “RPJM kabupaten/kota harus sinkron dengan RPJM provinsi, RPJM provinsi pun harus sinkron dengan RPJM pusat,” ujarnya.

Secara khusus, Irwandi juga menyatakan tak bisa melupakan jasa Ruslan M Daud bersama wakilnya yang sudah membuat Bireuen semakin maju, meneruskan apa yang telah dirintis oleh para bupati sebelumnya.

Sementara itu, H Saifannur selaku Bupati Bireuen yang baru dilantik Gubernur Aceh dalam pidato perdananya di hadapan ratusan undangan menegaskan bahwa sekarang ia adalah bupati Bireuen atau bupati bagi masyarakat Bireuen, bukan bupati timsesnya atau kelompok tertentu.

“Saya Saifannur adalah bupati masyarakat Bireuen dan bukan bupati timses atau kelompok tertentu,” ujarnya. Penegasan Saifannur yang disampaikan dengan nada tinggi itu mendapat aplaus dari para undangan.

Saifannur juga mengharapkan dukungan semua pihak untuk membantu dirinya memajukan Bireuen. “Saya tidak sanggup sendiri atau dengan Pak Muzakkar untuk membangun Bireuen, tapi saya membutuhkan dukungan semua pihak untuk sama-sama membangun Bireuen. Apakah mau dan setuju?” tanyanya. Para undangan pun menjawab “setuju”, pertanda sudi membantu dirinya.

Saifannur kembali menegaskan bahwa dukungan harus ikhlas. “Dan jangan ada dusta di antara kita,” ujarnya.

Pidato perdana kemarin disampaikan Saifannur tanpa membaca teks, meski di tangannya ada teks. Ia lebih banyak berbicara di luar teks yang telah disiapkan. (yus/c38) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id