Mahasiswa UGL Demo Dewan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa UGL Demo Dewan

Mahasiswa UGL Demo Dewan
Foto Mahasiswa UGL Demo Dewan

* Tuntut Empat Rekannya Dibebaskan

KUTACANE – Puluhan mahasiswa dan alumni Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane melakukan demonstrasi ke gedung DPRK, Kutacane, Aceh Tenggara, Kamis (10/8) siang. Mereka menuntut empat rekannya yang ditahan polisi untuk segera dibebaskan.

Para demonstran disambut oleh Wakil DPRK Jamudin Selian, Arnold Napitupulu, Barudin, Usman, M Sopian Desky, Johanuddin Desky, Takdir Winta dan anggota dewan lainnya. Mereka juga mengusung sejumlah poster, diantaranya bertuliskan: “Mereka bukan penjahat tapi pahlawan” dan “Bupati harus bebaskan mahasiswa.”

Demonstran menuntut dibebaskankannya empat rekan mereka yang dipenjarakan terkait keterlibatan pembakaran gedung Auditorium UGL Kutacane beberapa waktu lalu. “Kami minta Muspida Plus untuk mengembalikan empat mahasiswa yang telah dijebloskan ke penjara ke kampus UGL,” kata Eka Prasetyo dalam orasinya.

Dia menilai penanganan supremasi hukum di Agara masih lemah, tetapi harus tetap ditegakkan dan tidak boleh takut adanya intimidasi atau intervensi dari pihak manapun. Eko dalam orasinya juga menyebutkan kasus dugaan korupsi dana hibah UGL masih mengembang, tetapi penegak hukum harus segera menuntaskannya.

Sedangkan demonstran lainnya, Ramadhan, dalam orasinya meminta Bupati Agara selaku pembina yayasan UGL Kutacane untuk mempersiapkan langkah-langkah perdamaian antara mahasiswa dan pihak yayasan. Mereka meminta

Kapolres Agara untuk memproses dugaan korupsi dana hibah UGL dan dewan harus ikut menyelsaikan masalah ini. Dilansir sebelumnya, tersangka pembakaran gedung auditorium Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) bertambah menjadi empat orang, dari sebelumnya hanya satu mahasiswa. Polisi telah menetapkan FS sebagai tersangka kasus pembakaran yang terjadi pada demo Senin (22/5) untuk menuntut perubahan fasilitas kampus.

Kapolres Agara, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi kepada Serambi, Kamis (15/6) mengatakan berdasarkan hasil penyidikan, maka empat mahasiswa yang melakukan demo sebagai tersangka dan telah ditahan di sel Mapolres. “Kemungkinan, tersangka akan bertambah dan kami akan segera menuntaskan kasus pembakaran kampus UGL tersebut,” katanya.

Insiden penangkapan empat mahasiswa itu, terkait ratusan mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane, Aceh Tenggara (Agara), Senin (22/5) mengamuk atas tidak tranparannya pihak rektorat dan yayasan atas dana bantuan dan lainnya. Aksi demo itu di tengah-tengah ramainya para mahasiswa lainnya telah menyebabkan gedung auditorium dan aula kampus hangus terbakar.

Demo yang berujung anarkis ini menuntut adanya transparansi dana hibah untuk UGL Kutacane dari 2015 hingga 2017 sebesar Rp 5 miliar per tahun. Tetapi, mereka menilai dana itu tidak digunakan untuk peningkatan fasilitas kampus, selain uang kuliah juga masih tinggi.

Mereka juga mempertanyakan dana pengabdian masyarakat dan penelitian, termasuk pemotongan gaji dosen kontrak. Bahkan, beasiswa S3 yang disalurkan kepada tiga dosen tidak berjalan, karena yang bersangkutan tidak melanjutkan perkuliahan.(as) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id