Sumut Hanya Bisa Bantu Daya 30% | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sumut Hanya Bisa Bantu Daya 30%

Foto Sumut Hanya Bisa Bantu Daya 30%

TOTAL beban puncak kebutuhan listrik Aceh adalah ±450 Megawatt (MW). Sementara 30% sisanya berada pada sistem isolated yang dilayani oleh masing-masing sistem, seperti Kota Sabang dan Pulau Simeulue.

Dilihat dari kapasitas penyediaan daya listrik (pembangkit)-nya di Aceh, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 MW di Nagan Raya dengan daya mampu sekitar 2 x 80 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Arun 185 MW dengan daya sekitar 170 MW, berarti sudah terpenuhi kebutuhan daya pada jalur grid yang besarnya sekitar 320 MW (± 70%).

“Sebelum pembangkit-pembangkit yang ada di Aceh, yakni PLTU Nagan Raya dan PLTG Arun beroperasi, Aceh menerima pasokan daya listrik 70% dari Sumatera Utara. Pada saat itu pemadaman listrik di Aceh sering terjadi akibat gangguan transmisi atau karena ada perawatan pembangkit di Medan,” kata Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah kepada Serambi di Meuligoe Aceh tadi malam.

Tapi saat ini, lanjut Gubernur Zaini, setelah PLTU Nagan Raya dan PLTG Arun beroperasi, Aceh hanya menerima sekitar 30% pasokan daya listrik dari Sumatera Utara (Sumut). Itu pun saat diperlukan saja. Sedangkan daya yang berlebih untuk Aceh disalurkan ke sistem grid (Interkoneksi Sumatera) guna melayani pasokan listrik ke luar Aceh.

Cuma, pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini disebabkan adanya pemeliharaan sejumlah pembangkit yang ada di Aceh, khususnya PLTU di Nagan Raya. Akibatnya, daya listrik berkurang sangat signifikan untuk pelanggan di jalur grid yang dilayani oleh pembangkit yang mengalami perawatan tersebut.

Sementara proses pemeliharan pembangkit itu berlangsung di wilayah Aceh, pasokan listrik Aceh diminta bantuan ke Sumut. “Tapi Sumut hanya bisa membantu sekitar 30% dari kebutuhan karena Sumut sendiri saat ini dilanda defisit energi listrik,” kata Zaini.

Ia tambahkan, di Nagan Raya saat ini juga sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 2 x 5 MW oleh Seunagan Energi. Ini adalah independent power producer (IPP) pertama di Aceh yang membangun pembangkit listrik tenaga air. “Kita berharap PLTMH ini dapat segera terwujud yang nantinya akan memperkuat Sistem Barat-Selatan,” demikian Zaini Abdullah. (dik) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id