Aceh Krisis Semen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Krisis Semen

Aceh Krisis Semen
Foto Aceh Krisis Semen

BANDA ACEH – Semen yang menjadi kebutuhan utama pekerjaan konstruksi dilaporkan krisis bahkan mulai kehabisan stok di toko-toko bahan bangunan di Kota Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh. Kondisi ini secara langsung mengganggu pelaksanaan proyek pemerintah baik dari sumber dana APBN, APBA maupun APBK.

Laporan yang diterima Serambi menyebutkan, kelangkaan semen tidak hanya terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar tetapi juga di Aceh Barat, Bireuen, Aceh Jaya, dan Pidie. Bahkan, laporan terbaru yang diterima tadi malam menyebutkan hampir seluruh wilayah Aceh mengalami kondisi serupa.

Pedagang bahan bangunan di Toko Usaha Jaya, Seutui, Banda Aceh, Edy mengatakan, kelangkaan semen mulai terjadi sejak Senin (7/8) dan berlanjut hingga Rabu kemarin. “Suplai Semen Andalas dari pabriknya di Lhoknga tidak lancar sejak beberapa hari terakhir, tidak tahu apa masalahnya,” kata Edy.

Menurut Edy, selain Semen Andalas, dia juga menjual Semen Padang dan Semen Corn dari Kalimantan. “Ketiga merek itu sudah habis kecuali semen yang sudah dibayar oleh pembelinya, tapi belum diambil, ada sekitar 150 zak lagi,” kata Edy. Harga jual semen di tempat Edy, Semen Andalas Rp 53.000/zak 40 kg, Semen Padang Rp 52.000/zak 40 kg, dan Semen Corn Rp 45.000/sak 40 kg.

Masih di Kota Banda Aceh, krisis semen juga dibenarkan pedagang bahan bangunan di Pasar Peunayong, Sofyan. Menurutnya, suplai Semen Andalas dari Lhoknga dan Semen Padang dari Krueng Raya ke tokonya sudah tidak lancar lagi.

Stok semen di Bireuen juga dilaporkan semakin menipis bahkan ada toko bahan bangunan yang tidak lagi memiliki stok sama sekali. Jangankan untuk kebutuhan besar, untuk beberapa zak saja sulit didapat, misalnya oleh masyarakat yang sedang membangun rumah.

“Selama dua hari ini saya mencari semen ke beberapa toko bangunan di Bireuen katanya belum masuk dari distributor. Kalau pun ada toko yang masih memiliki stok, harganya mencapai Rp 55.000/zak,” kata Husaini, warga Kota Juang.

Distributor Semen Bina Guna Lestari Bireuen, T Burhanuddin yang ditanyai Serambi mengatakan, penyaluran semen untuk Kabupaten Bireuen lancar. Akan tetapi karena permintaan sangat tinggi sehingga konsumen harus antre. “Untuk satu toko kami salurkan 700 zak semen per minggu. Permintaan semen di Bireuen sangat tinggi sejak beberapa hari terakhir ini,” kata Burhanuddin.

Krisis semen juga terjadi Aceh Barat. Kalau pun ada barang namun harga sudah mencapai Rp 54.000/zak dari sebelumnya Rp 52.000. Pengusaha toko bahan bangunan di Jalan Singgah Mata, Meulaboh yang ditanyai Serambi, Rabu (9/8) mengatakan krisis semen sudah terjadi sepekan lebih. Yang tidak tersedia lagi bukan saja Semen Andalas tetapi juga Semen Padang. “Kalau masuk barang, sebentar saja langsung habis,” kata Bahri, seorang pedagang bahan bangunan. Pedagang lainnya mengungkapkan kelangkaan semen seperti ini kerap terjadi pada musim pelaksanaan proyek pemerintah.

Stok Semen Padang dan Semen Andalas juga dilaporkan habis sejak tiga hari terakhir di Aceh Jaya. Sejumlah kalangan, termasuk pedagang bahan bangunan di Calang menduga kelangkaan semen tersebut akibat adanya permainan dari distributor dan pabrik semen. Harga semen di Calang pada Rabu kemarin berkisar antara Rp 53.000 hingga Rp 54.000/zak.

Di Kabupaten Pidie, stok semen di toko-toko bahan bangunan semakin langka sejak seminggu terakhir. Kelangkaan terjadi karena terhentinya pasokan dari distributor.

M Diah, pedagang bahan bangunan di Toko Hidup Subur Sigli kepada Serambi, Rabu (9/8) mengatakan, krisis Semen Padang telah terjadi sejak seminggu terakhir akibat terhentinya pasokan dari distributor.

“Stok semen di gudang hanya cukup satu hari sedangkan permintaan sangat tinggi. Distributor tidak memasok Semen Padang dengan alasan mesin rusak,” kata M Diah.

Menurutnya, terhentinya pasokan Semen Padang menyebabkan harga naik dari Rp 50.000 menjadi 55.000/zak. Jika pedagang membeli semen dari Medan (Sumatera Utara), harga jualnya bisa mencapai Rp 60.000/zak.(her/c38/riz/c45/naz) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id