Penerima Rumah Bantuan Hanya Keluarga Camat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Penerima Rumah Bantuan Hanya Keluarga Camat

Penerima Rumah Bantuan Hanya Keluarga Camat
Foto Penerima Rumah Bantuan Hanya Keluarga Camat

SUKA MAKMUE – Sejumlah rumah bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, dikabarkan hanya diterima oleh sejumlah anggota keluarga Camat Tripa Makmur, Nasruddin SPd, sejak tahun 2013.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Serambi sepanjang Rabu (9/8), sejumlah sumber terpercaya di Desa Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, menyebutkan bahwa rumah bantuan yang selama ini disalurkan oleh pemerintah daerah hanya diterima oleh sejumlah keluarga sang pejabat.

Penerima rumah bantuan itu di antaranya adalah Tgk Sareh yang merupakan ayah kandung camat. Ia menerima bantuan pada tahun 2013 yang permohonannya diajukan tahun 2012.

Rumah bantuan juga diperoleh tahun 2014 oleh Suardi, adik tiri Camat Tripa Makmur. Kemudian, pada tahun 2017 ini rumah bantuan justru diperoleh oleh anak kandungnya, Cut Sri Wahyuni yang merupakan bidan honorer di wilayah itu.

Keuchik Gampong Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, M Amin yang ditanyai Serambi, Rabu sore, membenarkan bahwa sejumlah rumah bantuan yang disalurkan oleh pemkab kepada masyarakat, sebagiannya justru jatuh kepada keluarga pejabat setempat.

“Setahu kami, selain anak Pak Camat, ayah Pak Camat, dan adiknya pun ikut menerima rumah bantuan tersebut,” kata M Amin.

Ia mengakui, sebetulnya masih banyak warga di Desa Mon Dua, Tripa Makmur yang berhak menerima bantuan rumah dari Pemkab Nagan jika dilihat dari kondisi riil kehidupannya kini.

Pria yang akrap disapa dengan sebutan Amir juga mengakui, ada seorang janda di wilayahnya yang memiliki sejumlah anak yatim, tapi malah tak pernah dapat bantuan rumah, meski telah beberapa kali mengajukan proposal ke pemerintah daerah.

“Makanya saya heran kenapa banyak warga yang harusnya dapat bantuan rumah, malah tak dapat sama sekali,” tuturnya.

Keuchik M Amin juga membantah pernyataan Camat Tripa Makmur, Nasruddin yang mengaku di media bahwa rumah bantuan masyarakat miskin yang saat ini sedang dibangun oleh rekanan, atas nama menantunya Bustamam.

Menurutnya, rumah bantuan tersebut memang atas nama anak kandung Camat Tripa Makmur, yakni Cut Sri Wahyuni dan bukan atas nama menantunya Bustamam seperti diakuinya dalam berita.

“Saya yang teken proposal tersebut atas nama Cut Sri Wahyuni, bukan atas nama menantu Pak Camat,” kata M Amin.

Ada informasi menarik yang diperoleh Serambi ketika melakukan penelusuran terhadap kehidupan Cut Eka Sriwahyuni, anak kandung Camat Tripa Makmur, Nasruddin. Wanita ini diduga penerima rumah bantuan yang diperuntukkan bagi keluarga miskin di Nagan.

Perempuan yang berusia sekitar 25 tahun dan tercatat sebagai bidan kontrak di sebuah Puskesmas di Tripa Makmur. Menurut warga, ia tak terlihat seperti orang yang hidupnya susah (kurang mampu).

“Sehari-hari penampilannya layaknya anak pejabat, pakai perhiasan dan berdandan rapi dengan pakaian yang bagus,” kata sumber yang minta namanya tak ditulis.

Sementara itu, Camat Tripa Makmur, Nasruddin SPd menyatakan dirinya sama sekali tidak terlibat dalam proses pengajuan dan penetapan penerima rumah bantuan milik anak dan menantunya yang kini dipersoalkan masyarakat.

“Proposal itu dibikin sendiri oleh menantu saya, kalau memang layak dibatalkan ya dibatalkan,” kata Nasruddin. Arafik A Karim MPA pada Rabu sore Ia berharap persoalan rumah bantuan ini tak perlu ditanggapi secara berkepanjangan dan berharap dapat diselesaikan dengan bijak.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat atas mencuatnya persoalan ini, dan berharap tak perlu lagi dibesar-besarkan. Menyangkut adanya sejumlah rumah yang turut diterima oleh sejumlah anggota keluarganya, Camat Nasruddin menjelaskan pertama, rumah yang dibangun tahun 2012 lalu yang disebut milik sang ayah Tgk Sareh bukanlah milik ayahnya, melainkan milik ibu tirinya. “Rumah itu bantuan Baitul Mal milik ibu tiri saya, bukan milik ayah saya,” jelasnya.

Karena ibu tirinya telah menikah dengan ayah kandungnya, lokasi pembangunan rumah bantuan tersebut dibangun di Desa Mon Dua dan tidak jadi di bangun di Desa Lueng Keubeu Jagat.

Sedangkan rumah bantuan milik Suardi yang merupakan adik tirinya yang didapatkan pada tahun 2014 lalu, merupakan rumah bantuan yang diusul sendiri oleh penerima dan sama sekali tak melibatkannya. “Intinya saya tidak terlibat dalam pengajuan proposal ini, karena memang diajukan sendiri oleh penerima dan ada rekomendasi dari kepala desa,” tutur Camat Nasruddin. (dan/edi) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id