Dewan Pers: Jangan Kaitkan Agama dengan Teroris | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan Pers: Jangan Kaitkan Agama dengan Teroris

Dewan Pers: Jangan Kaitkan Agama dengan Teroris
Foto Dewan Pers: Jangan Kaitkan Agama dengan Teroris

BANDA ACEH – Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo, meminta kepada seluruh media yang ada di Indonesia agar berhati-hati dalam melakukan liputan terkait aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Ia juga meminta kepada seluruh media agar tidak mengaitkan agama tertentu dengan isu terorisme.

Hal itu dikatakan Yosep saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, bersama Ketua Forum Koordinasi dan Pencegahan Terorisme (FKPT), Prof Dr Yusny Saby MA, dalam visit media Dewan Pers, BNPT, dan FKPT Aceh, Rabu (9/8). Kedatangan mereka disambut oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din.

“Pada 2014 silam, antara dewan Pers dengan BNPT melakukan MoU, lalu kita keluarkan peraturan tentang pedoman peliputan terorisme. Salah satu isi peraturan itu, kita meminta kepada seluruh media tidak mengaitkan ini (aksi teroris) dengan agama, karena teroriseme itu tindakan individual,” kata Yosep.

Menurutnya, aksi terorisme dianggap extra ordinary crime (kejahatan luar biasa), sekaligus pelanggaran HAM terberat karena korban dari aksi itu adalah masyarakat sipil, yang tidak terlibat dengan ideologi ataupun politik.

“Setelah deklarasi Wina tahun 1993, teroris dianggap kejahatan yang luar biasa, oleh karena itu kita juga meminta kepada seluruh wartawan untuk hati-hati menulis berita tentang terorisme,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan para wartawan untuk tidak mewawancarai anak, istri dari terduga teroris, lalu mengaitkannya dengan komunitas-komunitas yang lain, sehingga muncul stigma. “Makanya kita juga meminta kepada media untuk tidak lagi melakukan glorifikasi (melebih-lebihkan) dalam aksi teroris,” sebut Yosep.

Sebaliknya, Dewan Pers mendorong semua media di Indonesia untuk melakukan liputan-liputan tentang wacana damai, meliput kegiatan para tokoh atau pemuka lintas agama yang mengajarkan kedamaian, dialog, saling menghargai satu sama lain, dan kegiatan positif lainnya. “Pers harus banyak meliput hal ini, supaya tidak ada lagi kelompok-kelompok radikal di Indonesia, kita juga mengingatkan kepada semua media agar tidak melegitimasi kelompok-kelompok tertentu,” pungkasnya.

Ketua FKPT Aceh, Prof Dr Yusny Saby juga sepakat bahwa terorisme jangan selalu dikaitkan dengan agama, menurutnya, teroris bisa terjadi dengan berbagai macam pemicu. Buruknya birokrasi pemerintahan dalam melayani masyarakat juga bisa menjadi pemicu terjadinya radikalisme.

“Korupsi juga salah satu akar munculnya teroris. Sebagian radikal yang muncul dari masyarakat itu adalah counter radikal yang dibuat oleh institusi, biasanya kebijakan yang tidak bijak memunculkan radikalisme,” pungkasnya.

Selain Yosep dan Yusny Saby, hadir dalam pertemuan kemarin, Willy Pramudya (Majelsi Etik AJI), Prof Hasbi Amiruddin (Divisi Agama FKPT Aceh), dan Mukhlisuddin Ilyas (Divisi Penelitian FKPT Aceh).(dan) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id