Ini Soal Rumah Bantuan untuk Menantu Camat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ini Soal Rumah Bantuan untuk Menantu Camat

Ini Soal Rumah Bantuan untuk Menantu Camat
Foto Ini Soal Rumah Bantuan untuk Menantu Camat

Pemberian rumah bantuan bagi menantu seorang camat di Kabupaten Nagan Raya menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat serta para netizen. Ada yang tak mempersoalkan, tapi banyak yang menganggap pemberian itu sebagai sesuatu yang tidak patut lantaran rumah itu ditujukan bagi warga miskin atau warga tak mampu. Namun, Nasruddin SPd (Camat Tripa Makmur) menyatakan bantuan untuk menantunya sudah sesuai ketentuan.

Ya, saat ini Pemkab Nagan Raya sedang membangun sejumlah rumah untuk masyarakat miskin/kurang mampu. Di antara nama-nama penerima rumah bantuan adalah seorang bidan honorer, warga Desa Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur. Dan, dia adalah anak kandung Pak Camat setempat. Nasruddin menegaskan, yang menerima rumah itu adalah menantunya. “Mereka dapat rumah bantuan karena mengajukan proposal dan memenuhi syarat yang telah ditentukan,” katanya.

Ia menjelaskan, rumah bantuan berukuran 4,5 meter x 5 meter tersebut diperoleh menantunya yang mengajukan proposal pada tahun 2014 dan 2015 dan lolos verifikasi di tingkat desa serta kecamatan. Sebab, menantunya termasuk kategori warga kurang mampu dan tidak memiliki pekerjaan dan harta lainnya. “Ketika diajukan ke Pemkab Nagan Raya, ternyata diterima karena memang memenuhi syarat,” kata Nasruddin.

Sewaktu pengajuan proposal untuk mendapatkan bantuan rumah tersebut, Nasruddin mengaku tidak tahu sama sekali. Nasruddin juga menantang apabila masyarakat dapat membuktikan bahwa suami anak kandungnya itu tidak layak mendapatkan rumah bantuan.

Terhadap temuan yang dianggap janggal oleh masyarakat, harusnya kita semua memang berprasangka baik. Pertama, status menantu camat tidak dilarang menerima bantuan. Kedua, menantu camat belum tentu orang mampu. Ketiga, pemberian rumah itu sudah melalui proses verifikasi tiga tingkat.

Yang menjadi heboh adalah di mata masyarakat seolah-olah menantu camat adalah orang yang mampu secara ekonomi. Sebab, kebanyakan anak menantu pejabat memang secara ekonomi mampu, tapi mungkin tidak dengan menantu Pak Nasruddin.

Agar tak telanjur heboh dan menyudutkan anak menantu camat, mestinya pejabat berwenang tingkat kabupaten membuktikan bahwa pemberian rumah bantuan untuk anak menantu Nasruddin itu memang tidak salah. Artinya ia diberikan karena memang berhak dan bukan karena sang penerima adalah anak menantu Pak Camat.

Kemudian, kita juga mengetahui bahwa program pembangunan/pemberian rumah bantuan kepada kaum tak mampu di Aceh memang dilakukan oleh banyak pihak. Mulai pemerintah pusat, pemerintah, provinsi, pemerintah kabupaten/kota, lembaga nonpemerintah seperti parpol, LSM, komunitas, hingga tim sukses kontestan pilkada.

Karena itulah, selain perlu koordinasi di antara pihak-pihak dimaksud, syarat dan sistem seleksi calon penerima juga harus sama. Sehingga tidak menimbulkan macam-macam perasaan di antara masyarakat miskin, terutama bagi yang belum menerima. Apalagi, ada orang-orang yang belakang ini sering menyebarkan kabar kabur tentang rumah bantuan kepada masyarakat di pedesaan. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id