Bupati Bireuen Perpaduan Pengusaha dan Birokrat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bupati Bireuen Perpaduan Pengusaha dan Birokrat

Bupati Bireuen Perpaduan Pengusaha dan Birokrat
Foto Bupati Bireuen Perpaduan Pengusaha dan Birokrat

HARI ini, Kamis 10 Agustus 2017, Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf MSi melantik H Saifannur SSos dan DR H Muzakkkar A Gani SH MSi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2017-2022, yang merupakan pasangan ideal untuk membangun Bireuen ke depan lebih baik, makin maju, dan berkembang. Perjalanan panjang pasangan tersebut juga menjadi bagian sejarah tersendiri dan puncaknya saat KIP menetapkan pasangan ini meraih suara terbanyak dalam Pilkada 15 Februari lalu sebagai Bupati/Wakil Bupati kelima di Bireuen, dengan komposisi perpaduan pengusaha dan birokrat.

Kabupaten Bireuen hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara pertamanya dipimpin H Hamdani Raden (1999-2002), selanjutnya dipimpin oleh pasangan Drs H Mustafa A Glanggang-Drs H Amiruddin Idris (2002-2007). Setelah itu, duet Drs H Nurdin Abdurrahman bersama Drs Busmadar Ismail (2007-2012), dan kemudian estafet kepemimpinan beralih ke tangan pasangan H Ruslan M Daud bersama Ir Mukhtar MSi (2012-2017).

Saat pencalonan sebagai calon bupati beberapa waktu lalu, H Saifannur mengungkapkan hal yang menyebabkan dirinya merasa terpanggil untuk maju mencalonkan diri. Dia menerangkan, masuknya nama dia dalam bursa calon bupari dikarenakan atas permintaan masyarakat, dan juga melihat kondisi Bireuen yang cukup memprihatinkan, baik itu bidang ekonomi maupun pertanian, dan lainnya. Contohnya di sektor pertanian, Bireuen belum memiliki irigasi yang memadai, di samping sawah tadah hujan juga masih banyak di Bireuen. Oleh sebab itu, cetak sawah baru perlu dilakukan karena persawahan yang ada sekarang makin sempit. Begitu juga dengan kondisi hutan di Bireuen yang mengalami kerusakan parah.

Satu hal yang ingin dilakukan pasangan pengusaha-birokrat ini adalah melakukan perubahan dalam segala lini, karena banyak hal yang bisa dikembangkan dan digalakkan di Bireuen. Di antaranya mengajak pengusaha lain di Indonesia untuk menanamkan modal mereka di Bireuen karena banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Dengan banyaknya pengusaha menanamkan modalnya, diharapkan tercipta lapangan kerja lintas timur, barat, dan tengah, yang berdampak pada penurunan angka pengangguran. Selain itu, Bireuen yang berada di pertigaan jalan menuju lintas tengah Aceh, memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Kuncinya, pemerintahan berjalan maksimal sehingga ekonomi rakyat juga berjalan lancar. Kecuali itu, H Saifannur juga berjanji untuk membangun sektor agama, dengan program untuk pemberdayaan balai pengajian dan memajukan pendidikan agama.

Haji Saifannur didampingi oleh wakilnya seorang biokrat yang karirnya diawali sejak pembentukan Kabupaten Bireuen mulai dari staf sampai menjabat sejumlah kepala dinas di Bireuen, dan terakhir menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan di Pemerintahan Provinsi Aceh, Muzakkar A Gani mengaku sudah siap menjalankan dan melaksanakan visi dan misi Bireuen ke depan. “Saya siap membantu Bupati dengan melaksanakan tugas saya dengan baik, karena pembangunan yang baik didasari oleh perencanaan yang baik yang ditetapkan sebagai aparatur pemerintahan yang baik pula,” kata Muzakkar.

Muzakkar juga mengajak masyarakat bersatu padu untuk membangun Bireuen serta memberantas kemiskinan. Selain itu, bidang pendidikan juga menjadi target utama yang harus dibenahi, serta menaruh perhatian lebih terhadap fenomena banyak kalangan pelajar yang terjerat narkoba.

Muzakkar A Gani merupakan pejabat karier yang memulai dari bawah, menjabat berbagai jabatan di Pidie, Kabupaten Aceh Utara, dan Bireuen sampai Provinsi Aceh. Saat ini, Dr H Muzakkar A Gani dengan satu niat sesuai dengan motto “Membangun Bireuen dengan Ikhlas dan Tuntas”, kembali ke kabupaten kebanggaannya Bireuen dengan berlandaskan pemerintahan yang berorientasi pembangunan kepada rakyat kecil. Ia bersedia meninggalkan jabatan karier tertingginya di birokrasi Pemerintahan Aceh selaku Asisten Pemerintahan di Setda Aceh dengan meminta Izin kepada Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah waktu itu, demi untuk membangun Kabupaten Bireuen.(ADV) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id