“Rakyat Menang, Saya Kalah” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Rakyat Menang, Saya Kalah”

“Rakyat Menang, Saya Kalah”
Foto “Rakyat Menang, Saya Kalah”

SEJAK kecil, ia tidak memiliki cita-cita menjadi bupati. Namun perjalanan dan nasib seseorang tidak ada yang bisa menduga dan semua itu merupakan kehendak Allah SWT. H Saifannur seorang pengusaha sukses dan hari ini dilantik sebagai Bupati Bireuen periode 2017-2022.

“Cita-cita saya dulu sederhana saja, cuma ingin punya sebuah rumah permanen, dan sejak kecil Saifan tak pernah bercita-cita menjadi pejabat, apalagi menjadi orang nomor satu di Bireuen,” ujar H Saifan–panggilan akrab Bupati Bireuen ini.

Terpilih sebagai bupati, menurut H Saifan, memikul amanah cukup berat. “Tanggung jawab saya cukup berat. Jika ditanya, apakah Pak Saifannur bangga menjadi bupati, jawabannya tidak. Seorang bupati memiliki beban paling berat. Lalu kenapa Pak Haji mencalonkan diri, ini adalah amanah rakyat, permintaan rakyat banyak. Maka kalau menang berarti rakyat yang menang, saya kalah, dan saya tidak bangga menjadi bupati,” ucapnya.

“Sekarang timbul pertanyaan, dari amanah yang sudah diberikan oleh rakyat, apakah nantinya saya sanggup melayani masyarakat Bireuen, apakah saya sanggup menegakkan amar makruf nahi mungkar, insya Allah saya sanggup,” tandasnya.

Menilik ke belakang, pengalaman dalam manajemen pemerintahan sangat dipahami oleh H Saifan, sehingga untuk mengelola pemerintahan daerah tidak diragukan lagi, ditambah pendampingnya adalah seorang biokrat penuh pengalaman.

Meski sudah menjadi Bupati Bireuen, H Saifan mengaku tidak bisa bekerja sendiri. Dia memerlukan dan mengharapkan dukungan penuh dari berbagai pihak, seperti para pendiri Bireuen, tokoh masyarakat, tokoh partai, maupun berbagai elemen lainnya yang tidak mungkin disebut satu persatu. “Saya tidak mungkin bekerja sendiri atau dengan wakil saya saja, tetapi butuh dukungan berbagai pihak untuk memajukan Bireuen lebih baik lagi,” terangnya.

Saat ditanya rahasia suksesnya, Saifannur hanya tertawa. Kata dia, sukses tidak datang tiba-tiba. Terlebih lagi, hidup memang membutuhkan kesabaran ekstra. Ada banyak rintangan dalam kehidupan. “Yang penting berbuat dulu, biar masyarakat yang memutuskan,” kata dia.

Saifannur mengaku orientasi kekuasaan yang ingin dia raih bukan lagi mengejar harta benda, melainkan sebagai cara untuk membantu orang lain melalui tanggung jawab yang diemban dan dipercayakan masyarakat Bireuen. H Saifannur SSos didampingi wakilnya DR H Muzakkar A Gani SH MSi, menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk menata pembangunan daerah dengan prioritas utama membangun Bireuen bermartabat dalam upaya mensejahterakan rakyat melalui berbagai langkah strategis dengan motto “Membangun Bireuen dengan Kerja Ikhlas dan Tuntas”.(ADV)

Biodata
– Nama: H Saifannur SSos
– Tanggal Lahir: Alue Krueb, 21 Agustus 1956
– Alamat: Desa Paya Meuneng, Peusangan
– Pendidikan Terakhir: S1 Universitas Almuslim Peusangan 2010
– Istri: Hj Fauziah HM Daud
– Anak: Nelly Safrida SE, H Ziaurrahman ST, dan Afdhalurrahman (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id