Tanyakan Aset, 23 Cabang Datangi DPP Aceh Sepakat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tanyakan Aset, 23 Cabang Datangi DPP Aceh Sepakat

Foto Tanyakan Aset, 23 Cabang Datangi DPP Aceh Sepakat

MEDAN – Sebanyak 23 pengurus cabang dari berbagai daerah di Sumatera Utara mendatangi Kantor DPP Aceh Sepakat di Medan untuk sekadar menanyakan aset, Sabtu (19/3) malam. Mereka pun mengultimatum polemik aset ini bisa diselesaikan selambatnya tiga bulan.

Para pengurus cabang ini mengaku dibingungkan dengan kabar aset yang dimiliki DPP Aceh Sepakat mencapai Rp 1 triliun. Tapi nominal yang cukup besar itu sama sekali belum pernah mereka nikmati. Padahal di dalam AD/ART tertulis DPP Aceh Sepakat mendapat jatah 20 persen keuntungan aset yang dibagikan setiap tahun.

“Inilah yang mau kami tanyakan. Saya sendiri sampai sekarang tidak tahu rumah sakit Malahayati punya siapa. Apa betul punya kita,” kata Ketua DPC Aceh Sepakat Rantauprapat, T Hasballah.

Ia mengaku perlu menanyakan hal itu karena di usianya yang sudah lebih 60 tahun diperkirakan butuh tenaga medis. Sementara pengurus lainnya menanyakan alokasi keuntungan Balai Raya yang menjadi salah satu gedung resepsi pernikahan favorit di Medan. Para pengurus cabang yang hadir kemudian mengultimatum DPP Aceh Sepakat menyelesaikan persoalan aset ini selambatnya tiga bulan.

“Saya dengar keuntungan Balai Raya Rp 400 juta sebulan. Ini uangnya ke mana. Malah saya lihat gedung kantor kita tidak terawat,” tanya pengurus lainnya.

Diberondong pertanyaan sedemikian rupa, Ketua Umum DPP Aceh Sepakat HM Husni Mustafa menjelaskan saat ini aset Aceh Sepakat berupa empat yayasan, yakni Yayasan Pendidikan Miftahussalam, Panti Asuhan Darul Aitam, RSI Malahayati, dan Yayasan Aceh Sepakat. Namun pengelolaan saat ini tidak di bawah kendalinya, sehingga ia tidak bisa memberikan pertanggung-jawaban apapun kepada pengurus cabang.

“Kalau sesuai AD/ART, seluruh aset ini seharusnya memang dikelola DPP,” kata Husni.

Sekum DPP Aceh Sepakat, HT Bahrumsyah menambahkan, memang sudah lama pihaknya ingin menginventarisir ulang aset yang dimiliki. Namun karena keterbatasan tenaga dan waktu, niat itu belum maksimal dilaksanakan. Ia pun mengatakan kehadiran puluhan cabang yang menanyakan keberadaan aset ini menjadi motivasi mereka untuk melanjutkan pendataaan aset itu.

“Yang jelas kami berjuang menghidupi organisasi ini, bukan malah hidup dari organisasi,” kata Bahrumsyah yang juga anggota DPRD Medan ini. (mad) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id