Ipak Gayo Naura Jadi Finalis Idola Cilik RCTI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ipak Gayo Naura Jadi Finalis Idola Cilik RCTI

Foto Ipak Gayo Naura Jadi Finalis Idola Cilik RCTI

JAKARTA – Ruang studio RCTI, Sabtu (19/3) siang, seketika riuh oleh teriakan berbahasa Gayo, saat “ipak Gayo” bernama Naura, berhasil menjadi finalis atau lolos babak tiga besar pentas Idola Cilik -5 (ICIL-5). “Ipak” dalam bahasa Gayo berarti gadis.

Pentas ICIL yang disiarkan secara langsung tiap Sabtu itu, akan dilanjutkan kompetesisinya Sabtu pekan depan. Ipak Gayo Naura akan bersaing dengan dua finalis lainnya, Fikih dari Jakarta, dan Sion dari Medan.

Naura sendiri sebetulnya mewakili Medan Sumatera Utara. Awalnya ia mengikuti audisi ICIL di Medan. Naura bernama lengkap Tyara Rafanaura. Usia 11 tahun. Ia lahir di Dedalu Takengon, Aceh Tengah, sebuah desa kecil di tepi Danau Lut Tawar. Ia menjalani pendidikan Taman Kanak-Kanak di kota kelahirannya, TK Permata Gayo Dedalu. Sekolah Dasar dilanjutkan di SD Pancabudi Medan. Saat ini Naura duduk di kelas VI.

Ayahnya Anditya, ST dan ibunya Aprina Fariona, SKM, bekerja di Medan. Neneknya, Amna S.Pd, adalah Kepala Sekolah negeri 10 Takengon. Naura merasa bersyukur dan gembira bisa masuk tiga besar. Dengan fasih ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya.

Sementara suara riuh yang diselingi dengan bahasa Gayo di ruang studio RCTI, adalah suara pendukung Naura, berasal dari masyarakat Gayo perantauan. Selain poster dan foto, para suporter ini juga membawa kain kerawang Gayo, sebagai ciri masyarakat Gayo.

Di antara pendukung Naura, tampak Kandar SA, salah seorang penyanyi populer Gayo. Sejak babak awal, Kandar hadir di studio sebagai bentuk dukungannya. “Naura adalah generasi penerus seni Gayo yang perlu kita dukung. Dia memiliki bakat bernyanyi yang sangat cemerlang,” puji Kandar SA yang telah melahirkan puluhan album lagu Gayo.

Aliran SMS dukungan sangat deras, tidak hanya dari masyarakat Gayo perantauan. Melainkan juga dari Tanah Gayo. Bahkan di Takengon digelar acara nonton bersama. Kandar melihat antusiasme dukungan sebagai penghargaan kepada kegiatan kesenian.

“Masyarakat Gayo itu hidup dalam seni. Masyarakat pasti akan mendukung apabila ada wakilnya lolos di pentas seni nasional, seperti ICIl,” lanjut Kandar. Ia mencontohkan pentas “Mamamia” beberapa tahun silam yang mengantarkan gadis Gayo, Mimi, sebagai finalis.

Kandar dan segenap masyarakat Gayo menaruh harapan, Naura, akan tampil sebagai yang terbaik dalam komowtiai finalis pekan mendatang. (fik) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id