Mau Berhenti Merokok? Datanglah ke Tarim | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mau Berhenti Merokok? Datanglah ke Tarim

Mau Berhenti Merokok? Datanglah ke Tarim
Foto Mau Berhenti Merokok? Datanglah ke Tarim

OLEH EZI AZWAR ANZARUDDIN, alumnus Ummul Ayman Samalanga, mahasiswa Al-Ahgaff asal Tongperia, Pidie, melaporkan dari Yaman

BICARA tentang Tarim, sungguh tak ada habisnya. Banyak hal unik bercorak islami yang saya temukan selama tinggal di kota kecil ini. Sebagiannya mungkin tak masuk akal ketika didengar. Tapi, hal ini memang benar terjadi di Kota Tarim Al-Ghanna’ ini.

Bukanlah hoax ketika ada yang bilang bahwa di Tarim, MP3 Alquran pun diputarkan di warnet. Atau tidaklah mustahil ketika ada yang bilang bahwa shalat Tarawih di Tarim bisa mencapai 100 rakaat dalam semalam. Atau pun ada yang bilang bahwa perempuan di Tarim tak pernah membuka wajah mereka di luar rumah. Begitulah fakta yang saya temukan selama tinggal di sini.

Selain itu, hal lain yang membuat saya takjub pada masyarakat Tarim adalah lingkungan hidup mereka yang bisa dikatakan bebas dari rokok. Merokok adalah hal yang negatif dalam pandangan masyarakat Tarim. Mereka sering menyebutnya sebagai sebuah aib (cela) jika dilakukan.

Tak bisa dipungkiri, orang yang merokok di Tarim memang ada, akan tetapi sangatlah sedikit. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Mereka pun tidak merokok di sembarang tempat. Karena termasuk dalam kategori aib, pastinya mereka tidak merokok di tempat ramai.

Di Tarim, kita akan sulit menemukan orang yang mengisap rokok. Terutama anak-anak yang masih bersekolah. Selama tinggal di sini, saya belum pernah melihat anak sekolah yang merokok.

Di Tarim, rokok juga tak dijual bebas di semua kios seperti halnya di Aceh. Hanya kios-kios tertentu saja yang menyediakan rokok.

Selain kagum pada masyarakat Tarim sendiri, saya juga kagum pada orang luar yang bisa berhenti merokok karena tinggal di Tarim. Pelajar asing yang tinggal di Tarim tentunya memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. Di antaranya adalah mereka yang sudah ketergantungan pada rokok selama di negaranya sendiri. Alhamdulillah, banyak di antara mereka yang bisa mengubah pola hidup tersebut setelah tinggal di Tarim.

Tanpa disadari, selain dijadikan sebagai tempat menuntut ilmu, Tarim juga berfungsi sebagai tempat rehabilitasi alami bagi perokok.

Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk berdialog dengan beberapa ‘mantan’ perokok. Saya ingin tahu bagaimana prosesnya sampai mereka berhasil meninggalkan rokok dan apa yang menyebabkan mereka bisa meninggalkan rokok.

Dari dialog tersebut bisa saya simpulkan bahwa ada tiga poin yang sangat berpengaruh. Pertama adalah keinginan untuk meninggalkan rokok. Ini adalah poin yang paling utama. Tentulah akan sulit jika melakukan sesuatu tanpa ada keinginan untuk melakukannya. Begitu juga dalam hal meninggalkan rokok.

Kedua adalah dukungan lingkungan. Lingkungan Tarim sangat mendukung orang-orang yang ingin meninggalkan rokok. Soalnya, sarana untuk mendapatkan rokok di sini sangat terbatas dan tempat untuk merokok juga sangat sempit. Hal ini sangat membantu perokok untuk meninggalkan rokok.

Ketiga adalah tuntutan lingkungan. Tuntutan lingkungan juga sangat punya andil dalam proses berhenti merokok. Tidak semua orang bisa meninggalkan rokok karena hanya ada keinginan atau adanya dukungan lingkungan. Jadi, dengan adanya tuntukan lingkungan, maka sangat membantu untuk meninggalkan rokok. Lingkungan Tarim sangat menuntut masyarakatnya untuk meninggalkan rokok.

Semoga syedara lon yang ingin berhenti merokok bisa segera meninggalkannya. Akhirul kalam, semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca, khususnya bagi syedara lon yang na di Seuramoe Mekkah. Saleum aneuk nanggroe!

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id