Aceh Diduga Jadi Tempat Penampungan Bawang Ilegal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Diduga Jadi Tempat Penampungan Bawang Ilegal

Foto Aceh Diduga Jadi Tempat Penampungan Bawang Ilegal

MEDAN – Penyelundupan bawang merah asal Malaysia melalui Aceh dicurigai sedang marak-maraknya. Dugaan ini muncul setelah Polda Sumut kembali menyita lima ton bawang tak berizin pada Jumat (18/3) dini hari.

Bawang merah ilegal lima ton itu disita petugas dari sebuah truk BK 9414 CA yang tengah melaju di Jalan Medan-Binjai, Sunggal, Deliserdang. Diketahui truk ini berasal dari Aceh dengan tujuan Medan. Dua awak truk, Rudi Suswanto (40) dan Udin (33) yang kini sudah ditahan juga diketahui warga Aceh.

Kejahatan ini terungkap dari kecurigaan tim Resintel Detasemen A Brimob Polda Sumut atas muatan truk tersebut. Sebelumnya mereka sudah berulang kali mendapat laporan warga mengenai aktivitas bongkar muat bawang merah dalam jumlah besar.

“Anggota di lapangan bekerja dengan sangat baik untuk merespon laporan ini. Sehingga salah satu truk berhasil diamankan jam empat subuh tadi,” kata Kaden A Brimob Polda Sumut AKBP Tri Nuryanto.

Tangkapan ini kata untuk kedua kalinya mereka lakukan dalam sepekan terakhir. Pada tangkapan pertama disita bawang merah sebanyak 16 ton. Dari pemeriksaan terungkap kalau bawang itu juga diangkut dari Aceh. “Sama, selundupan dari Malaysia juga,” tandasnya.

Kedua kasus ini saat ini telah diambil alih Ditreskrim Khusus Polda Sumut untuk ditindaklanjuti lebih mendalam. Penyidik masih menelusuri apakah kedua kasus itu memiliki keterkaitan erat. Polisi mencium gelagat kalau otak pelaku penyelundupan bawang ini telah menjadikan Aceh sebagai pusat penampungannya. (mad) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id