Saber Pungli Ikut Awasi Dana Desa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Saber Pungli Ikut Awasi Dana Desa

Saber Pungli Ikut Awasi Dana Desa
Foto Saber Pungli Ikut Awasi Dana Desa

* Sudah Ditetapkan 83 Tersangka Berbagai Kasus

BANDA ACEH – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Aceh yang dibentuk pada November 2016 ikut mengawasi pelaksanaan proyek yang bersumber dari dana desa. Namun sejauh ini belum ada laporan kasus diringkusnya oknum yang terlibat pungli pada proyek dana desa tersebut.

Ketua Satgas Saber Pungli Aceh, Kombes Pol Dr Darmawan Sutawijaya SE MHum mengatakan, sasaran tugas satgas yang dipimpinnya antara lain soal pengurusan perizinan, pencairan dana hibah dan bantuan sosial, birokrasi kepegawaian, pendidikan, dana desa, pelayanan publik (Kantor Samsat/RSU, dan lainya), pengadan barang dan jasa, dan kegiatan lain yang mempunyai risiko penyimpangan/kegiatan pungli yang meresahkan masyarakat.

“Sejak dibentuk pada November 2016 dan setelah beroperasi hingga Agustus 2017, ada 46 kasus tangkap tangan yang ditemukan Satgas Saber Pungli Aceh. Dari 46 kasus itu sudah ditetapkan 83 tersangka dengan barang bukti uang senilai Rp 796 juta,” kata Kombes Darmawan kepada wartawan usai menjadi pemateri pada Rapat Koordinasi UPTB, Seksi Pungutan, Kasatlantas/Kanit Regident se-Aceh dalam Rangka Sosialisasi Pedoman Kerja Pelayanan Publik di Kantor Samsat se-Aceh, di Hermes Hotel, Banda Aceh, Senin (7/8).

Kombes Darmawan juga mengingatkan kepada petugas Samsat untuk tidak melakukan penyimpangan dan pungli dalam menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor (PKB), mutasi BBNKB, dan perpanjangan STNK di Kantor Samsat Kabupaten/Kota maupun provinsi.

Dalam menjalankan tugas dan fungsi Satgas Saber Pungli Aceh, kata Darmawan, ada tiga pendekatan atau metode yang dilakukan, yaitu sosialisasi, pembinaan, dan penindakan.

Presentasi program kerja Satgas Saber Pungli Aceh yang dipaparkan pada Rakor Samsat se-Aceh merupakan bagian dari pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan Tim Saber Pungli Aceh untuk menjelaskan ancaman bahaya pungli bagi petugas yang melakukan penyimpangan dengan berbagai modus operandinya.

Di Aceh, lanjut Darmawan, yang pemerintahan dan masyarakatnya sudah komit melaksanakan syariat Islam, pungli sangat dibenci. Karena itu, siapa saja yang menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan, tapi meminta atau menagih sesuatu atau meminta uang secara paksa kepada orang yang dilayani, sementara dasar hukum untuk penagihan atau pemberian uang itu tidak ada, perbuatan itu masuk dalam kategori pungli atau perbuatan pidana.

Dari 83 tersangka pelaku pungli, sebut Dermawan, paling banyak tersangkanya dari Kota Langsa 10 orang (dari dua kasus tangkap tangan), Kota Lhokseumawe 9 orang (enam kasus tangkap tangan), Aceh Utara 7 orang (tiga kasus tangkap tangan), Aceh Tamiang 7 orang (tiga kasus tangkap tangan), dan Kota Banda Aceh dua kasus dengan dua tersangka.

Darmawan menjelaskan, dari 83 terduga pelaku pungli yang telah ditetapkan sebagai tersangka, sebanyak 75 persen BAP P21 sudah selesai dan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan. “Kalau Satgas Saber Pungli telah membuat BAP P21-nya, tidak akan ada pengembalian berkas dari jaksa kepada polisi karena dalam Tim Saber Pungli itu sudah lengkap orangnya, ada jaksa dan polisi,” kata Darmawan.

Sektor pendidikan
Mengutip laporan Ombusman Aceh tahun 2016, sebut Darmawan, dari 9 bidang yang telah dilakukan pengamatan dan penelitian, untuk sementara ini terbesar dugaan praktik punglinya ada pada sektor pendidikan mencapai 49 persen, disusul pertanahan 11 persen, penegakan hukum 8 persen, Atminduk 7 persen, cukai dan pajak 7 persen, kepegawaian 6 persen, perhubungan 5 persen, perizinan 4 persen, dan kesehatan 3 persen.

Terkait pengadaan barang dan jasa pada paket-paket proyek APBA dan APBK, mengenai isu pemberian fee 10 persen kepada pejabat tertentu dari nilai kontrak proyek yang dimenangkan kontraktor, Darmawan menduga perbuatan itu ada. “Cuma saja, pelakunya belum nahas,” kata Kombes Darmawan.

Rakor Samsat se-Aceh dibuka Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah dihadiri sekitar 80 peserta. Hadir pada kegiatan itu Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Guritno Wibowo, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Jamaluddin, Pinca PT Jasa Raharja, Kasat Lantas Polres Kabupaten/Kota, Kasi Pendapatan, Petugas Asuransi PT Jiwas Raya dan sejumlah lainnya.(her) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id