Wilkommen in Potsdam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Wilkommen in Potsdam

Wilkommen in Potsdam
Foto Wilkommen in Potsdam

OLEH RITA ANDINI, Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, melaporkan dari Potsdam, Jerman

SAAT pesawat yang membawa kami, EY 1401, dari Abu Dhabi mendarat di Airport Berlin Tegel (TXL) sekitar pukul 6.30 pagi, suhu udara menunjukkan 14-16 derajat Celcius. Cahaya matahari cukup bersahabat. Cuaca saat itu laksana hawa di pegunungan Takengon dengan sinar matahari yang teduh.

Perjalanan dari Abu Dhabi ke Berlin memakan waktu sekitar lima jam. Setelah selesai ambil bagasi, kami dijemput dari Airport Berlin menuju Potsdam, ibu kota dari negara federal (dapat diumpamakan dengan provinsi jika di Indonesia) Brandenburg. Letaknya 15 km arah barat daya dari ibu kota Bundes Republik Deutschland, Berlin.

Ada 31 peserta dari sebelas negara-negara ASEAN terpilih oleh host university (University Potsdam) untuk ikut training dari enam universitas mewakili Indonesia, yaitu: Institut Teknologi 10 September (ITS) Surabaya, Ma-Chung University Malang, Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Katolik Atma Jaya (Unika Atma Jaya), Universitas Borneo Tarakan (UBT) dari Kalimantan, dan saya sendiri mewakili Universitas Teuku Umar (UTU) dari Sumatera.

Training dengan moto “learning by doing” ini dilakukan di empat negara berbeda, yaitu di Malaysia, Jerman, Kamboja, dan Thailand. Hampir seluruh kegiatan didukung oleh German Academic Exchange Service (DAAD), ASEAN Quality Assurance Network (AQAN), European Association for Quality Assurance in Higher Education (ENQA), SEAMEO, German Rector’s Conference-as the voice of German Universities, dan ASEAN University Network (AUN), dengan sponsor utama Bundesministerium für Zusammenarbeit (BMZ).

Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES) Program ini bertujuan untuk mempererat dialog antara perguruan tinggi (PT) dan mengembangkan kapasitas peserta training yang kebanyakan pernah berafiliasi atau alumni Jerman.

Melalui DIES Course ini, Pemerintah Jerman ingin menyamakan persepsi tentang kualitas di PTN atau PTS di negara ASEAN dalam peranannya menciptakan sumber daya manusia di masa mendatang. Penjaminan mutu suatu institusi pendidikan adalah suatu hal yang tak dapat dihindarkan lagi di abad ke-21, terlebih dengan mulai berlakunya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir Desember 2015.

PT dituntut untuk meningkatkan kualitas dari segi mutu sehubungan dengan lulusan yang harus dihasilkan oleh suatu PT baik negeri maupun swasta (PTN/PTS) demi menghadapi kompetisi employability (pasar kerja) yang semakin ketat.

Program IQA-DAAD ini turut bersinergi dengan penetapan standar-standar mutu yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai institusi tertinggi dalam penjaminan mutu PT di Nusantara.

Kegiatan kami selama seminggu dipusatkan di University Potsdam yang gedung utamanya justru merupakan bangunan istana Kaisar Jerman dan dikenal dengan Neues Palais (bahasa Jerman atau New Palace) yang dihibahkan untuk kemajuan ilmu pendidikan di wilayahnya.

Saat dibawa oleh tour guide dalam acara ekskursi, saya sangat tersentuh mendengar cerita bahwa sang Kaisar berbesar hati membiarkan istananya yang luas, antik, dan megah digunakan sebagai pusat kegiatan Universitas Potsdam. Ia hibahkan untuk kemajuan pendidikan! Hal ini merupakan bukti nyata bahwa sang Kaisar memiliki kebesaran hati dan cara pandang yang sangat visioner di zamannya dengan prinsip bahwa peningkatan kapasitas SDM di suatu daerah kelak akan mendongkrak kegiatan ekonomi, budaya, dan kemajuan wilayahnya suatu hari nanti.

Sekarang, lebih dari seabad silam, mimpi visioner sang Kaisar dapat dirasakan dengan moto: Wilkommen in Potsdam!

Potsdam dulunya salah satu wilayah di Jerman Timur yang beraliran komunis. Tapi sejak runtuhnya Tembok Berlin (Berliner Mauer) pada tahun 1989 tak ada lagi perbedaan antara wilayah Jerman Barat atau Timur. Potsdam yang mungil merupakan ibu kota dari negara bagian Brandenburg dan terletak di pinggir Sungai Havel.

Secara umum suasana “Klein aber Fein” (kecil tetapi halus atau excellent) terasa kental di mana-mana dengan keindahan bangunan bergaya baroque atau roccoco, ciri khas style bangunan dari abad ke-16 yang mendominasi di mana-mana dan terpelihara dengan baik.

Potsdam merupakan “Kota Istana Raja” yang sebelum Perang Dunia II merupakan tempat tinggal raja-raja Prussia dan kaisar-kaisar Jerman. Termasuk Kaisar Frederik II atau dikenal dengan sebutan Frederick the Great yang memiliki intuisi seni dan keindahan yang tinggi.

Walaupun pada Perang Dunia II Kota Potsdam juga dibom oleh tentara sekutu, tapi hampir 84% dari jumlah bangunan dapat direkonstruksi kembali. Keindahan dan kemegahan Istana Sanssouci dengan gaya arsitektur rococco kental yang dibangun di puncak sebuah bukit kecil, sering dibandingkan dengan kemegahan Istana Versailles di Prancis. Selama lebih dari seminggu di Potsdam, saya amati bahwa penduduk di sini lebih banyak menggunakan moda transportasi umum seperti tram modern yang bersih dan reliable, atau menggunakan sepeda yang dapat menghemat biaya transportasi. Juga bermanfaat untuk mengurangi polusi udara dan terhitung sebagai olahraga murah meriah.
Sekali lagi, Wilkommen in Potsdam!

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id