Tanjung Burang Layak Diganti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tanjung Burang Layak Diganti

Tanjung Burang Layak Diganti
Foto Tanjung Burang Layak Diganti

* Sudah Tua dan Sering Rusak

BANDA ACEH – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tanjung Burang sudah beberapa kali mengalami kerusakan fatal pada bagian mesin sehingga menganggu operasional pelayaran dari Ulee Lheue Banda Aceh-Balohan Sabang atau sebaliknya. Usia mesin kapal yang sudah tua menjadi pemicu seringnya kapal penyeberangan itu gagal berlayar.

“Kerusakan dikarenakan umur mesin yang sudah tua dan telah digunakan sejak tahun 1992. Kalau kita perbaiki masih bisa, tapi tidak maksimal lagi,” kata Suwendi selaku Mualim III (third officer) KMP Tanjung Burang kepada Senator Aceh, Sudirman alias Haji Uma saat meninjau kapal tersebut di Pelabuhan Ulee Lheue, Senin (7/8).

Suwendi menjelaskan, kerusakan mesin KMP Tanjung Burang terjadi seminggu menjelang Idul Fitri 1438 H. Hingga saat ini KMP Tanjung Burang juga belum beraktivitas karena masih dalam perbaikan. Kerusakan terjadi pada bagian flywheel (roda gila) dan saat ini sudah dipasang kembali.

“Kerusakan parah terjadi saat kapal ini tiba dari Nias. Saat itu yang rusak flywheel sebelah kanan, sekarang kena yang kiri. Dua bulan lalu juga terjadi kerusakan pada genset, namun sudah diganti baru,” ujar Suwendi.

Anggota Komite II DPD RI, Sudirman mengatakan, pemerintah tidak boleh membiarkan kondisi kapal seperti ini karena bisa membahayakan keselamatan penumpang. Jangan sampai, tragedi KMP Gurita kembali terjadi. Karena itu, ia telah meminta kapal baru kepada kementerian terkait, tetapi dengan berbagai alasan belum bisa dipenuhi.

Haji Uma mengaku pernah menyampaikan bahwa untuk Aceh sudah 25 tahun tidak ada bantuan kapal. “Selama ini kita pakai kapal BRR, itukan bantuan luar negeri. Jadi bantuan pemerintah pusat yang mana?” ujarnya.

Desakan permintaan pergantian KMP Tanjung Burang bukan saja disuarakan Haji Uma, tetapi juga oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Aceh, Asrizal H Asnawi. Asrizal juga meminta pihak pengelola melakukan pergantian atau penambahan kapal baru, untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang.

Terlebih ke depan, kata Asrizal, akan memasuki libur Lebaran Idul Adha dan Tahun Baru 2018. Sementara saat ini pelayaran kapal lambat ke Sabang hanya dilayani KMP BRR, sehingga dikhawatirkan jika sewaktu-waktu kapal tersebut mengalami kendala atau kerusakan, maka tidak ada kapal lagi melayani pelayaran ke Sabang.

Sementara itu Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, Usnaidi menceritakan, KMP Tanjung Burang pernah mengalami kejadian yang paling mengerikan saat berlayar yaitu mati mesin di tengah laut. Sehingga kapal yang sarat penumpang terombang-ambing beberapa saat sebelum dijemput tim search and rescue (SAR).

“Menurut saya, Tanjung Burang harus diganti baru, tidak bisa diremajakan lagi. Kita perbaiki satu, rusak yang lain karena kondisi mesinnya sudah tua. Jadi kita kewalahan,” kata Usnaidi kepada Serambi, Senin (7/8).

Dia menyatakan, pihaknya juga pernah mengajukan usulan pergantian kapal baru ke pihak kementerian, namun hingga sekarang tidak ada realisasinya. Di Aceh, katanya, hanya ada beberapa kapal yang masih tergolong baru yaitu KMP BRR, KMP Teluk Sinabang, dan KMP Labuhan Haji.

Untuk pelayaran Ulee Lheue-Balohan, kata Usnaidi, hanya dilayari KMP BRR. Memang, katanya, untuk saat ini pengangkutan penumpang masih bisa tertanggani dengan kapal tersebut. Pihaknya akan kewalahan saat memasuki musim liburan, seperti hari raya dan tahun baru karena banyak wisatawan ke Sabang. “Mudah-mudahan perbaikan Tanjung Burang cepat selesai sehingga bisa kita gunakan dua kapal dalam sekali berlayar,” demikian Kepala UPTD Pelabuhan Ulee Lheue.(mas) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id