Proses Pembentukan Anak Bank Aceh Sudah 60 Persen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Proses Pembentukan Anak Bank Aceh Sudah 60 Persen

  • Reporter:
  • Selasa, Agustus 8, 2017
Proses Pembentukan Anak Bank Aceh Sudah 60 Persen
Foto Proses Pembentukan Anak Bank Aceh Sudah 60 Persen

BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah saat ini sedang dalam proses pembentukan anak perusahaan yang akan menyasar pembiayaan usaha kecil. Proses perencanaan ini sudah mencapai 60 persen, mencakup survei, pengurusan badan hukum dan persyaratan administrasi lainnya, serta menunggu izin tertulis dari Gubernur Aceh sebagai pemilik saham.

Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh, Busra Abdullah menyampaikan hal ini saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang, Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (7/8). “Sedangkan mengenai nama masih harus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh,” kata Busra.

Kedatangannya itu disambut Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan Mohd Din, Manajer Multimedia Zainal Arifin M Nur, Manajer Iklan Hari Teguh Patria, dan Manajer Percetakan Komersil Firdaus.

Pada kesempatan itu, Busra menjelaskan anak perusahaan itu akan sedikit mengadopsi cara kerja Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang ada di Bali. Namun jika LPD berada di bawah pemerintah daerah, maka yang ada di Aceh akan berada di bawah Bank Aceh. Serta seluruh modalnya disuntikkan oleh Bank Aceh.

Ia mengatakan, alasan pihaknya ingin mendirikan anak perusahaan yaitu karena saat ini Bank Aceh belum bisa menjangkau hingga ke pendesaan. Sehingga keberadaan anak perusahaan menjadi perpanjangan tangan Bank Aceh untuk membantu pembiayaan usaha kecil di desa.

Ke depan, jika perusahaan itu sudah terbentuk rencana akan membiayai usaha kecil dengan besaran kredit berkisar antara Rp 1-10 juta. Diharapkan dengan hadirnya anak usaha itu akan mengangkat usaha kecil di Aceh.

“Rata-rata usaha kecil yang ada di kita saat ini tidak bankable (memenuhi syarat perbankan), maka kita coba dengan anak perusahaan ini yang tidak bankable, tapi feasible (ada akses perbankan) usahanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini banyak usaha kecil yang datang ke Bank Aceh untuk meminta dibantu pembiayaan, tapi terbentur pada syarat yang belum memenuhi. Sehingga anak perusahaan ini akan menyasar unit usaha yang belum bisa dibiayai oleh Bank Aceh.

Saat ini Bank Aceh memiliki sekitar 151 kantor di seluruh Aceh, namun belum semua kecamatan terdapat akses Bank Aceh. Sehingga keberadaan anak perusahaan dinilai sangat penting. Ia menarget perusahaan itu paling cepat dapat dilaunching Desember 2017. (mun) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id