Jembatan Darurat ke Geunteng Mulai Lapuk | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jembatan Darurat ke Geunteng Mulai Lapuk

Foto Jembatan Darurat ke Geunteng Mulai Lapuk

SIGLI – Masyarakat dua desa Gampong Genteeng Timur dan Geunteng Barat, Batee, Pidie, mengharapkan jembatan ke gampong mereka dibangun permanen. Pasalnya jembatan darurat yang ada sekarang, sudah lapuk dan lantainya mulai keropos.

“Kami khawatir anak sekolah yang biasa menumpang bus, jatuh ke sungai,” ujar Abdur Rahman, seorang tokoh Gampong Geunteng Timur, didampingi beberapa warga lainnya.

Jembatan darurat sudah berkali-kali direhab, tapi belum permanen. Sehingga rawan amblas, apalagi sering dilintasi kendaraan berat, termasuk truk membawa material proyek. Sehingga kondisi jembatan kini makin parah.

Sementara itu, kepala jembatan (abutment) sudah selesai dibangun tiga tahun lalu. Tapi kemudian ditelantarkan, dan bagian atas jembatan beserta lantainya, dibiarkan dalam kondisi darurat. Padahal, jalur ini menjadi satu-satunya lintasan penghubung dua gampong yang bertetangga. “Jika jembatan darurat ini amblas, maka akses jalan dari dan ke Geunteng putus total, karena tidak ada akses jalan lain,” timpal Abdurrahman, warga setempat.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Pidie, Muhammad Nazar ST MT, mengaku abutmetn jembatan Geunteng ini proyek Pemerintah Provinsi Aceh yang dibiayai APBA, dan dikerjakan Dinas Bina Marga Aceh.

“Kami sudah mengusulkan ke pemerintah provinsi berkali-kali. Mulanya dikatakan akan dibangun dalam tahun 2016, tapi kenyataan setelah pengesahan anggaran tahun ini, kelanjutan pembangunan jembatan ini tidak ada dalam program tahun ini,” kata Kadis BMCK Pidie.

Secara terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Aceh, Rizal yang Aswandi dihubungi via ponselnya, kemarin, mengaku bahwa jembatan Geunteng ini sebetulnya masuk 10 skala prioritas yang hendak dibangun tahun 2016 ini.

“Karena keterbatasan anggaran, maka beberapa jembatan ditunda pembangunannya, termasuk jembatan Geunteng. Kami hanya bisa mengupayakan untuk mengusulkan kembali dalam APBA-Perubahan. Namun untuk penanganan sementara, kami akan lakukan rehab bagian yang sudah lapuk, agar akses tidak sampai putus total,” janji Rizal Aswandi, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Aceh.(aya) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id