Urea Kosong di Enam Kecamatan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Urea Kosong di Enam Kecamatan

Urea Kosong di Enam Kecamatan
Foto Urea Kosong di Enam Kecamatan

* Dalam Dua Bulan Terakhir

LHOSUKON – Petani di enam kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara, meliputi Kecamatan Dewantara, Sawang, Banda Baro, Nisam, Muara Batu, dan Nisam Antara, sudah dua bulan terakhir mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk urea bersubsidi di pedagang pengecer yang berada di kecamatannya masing-masing. Padahal, petani sangat membutuhkan pupuk untuk proses persemaian benih padi sampai masa tanam.

“Saya sudah dua bulan lebih menunggu di pedagang pengecer di kecamatan kami. Tapi, dari Juli sampai Agustus ini, kami belum bisa mendapatkan pupuk. Padahal, kami sangat membutuhkan pupuk urea, karena sebagian besar warga di kawasan kami sudah mulai menanam padi,” kata M Yusuf, warga Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro kepada Serambi, kemarin.

Menurut M Yusuf, dirinya sudah berusaha mencari pupuk tersebut ke kecamatan lain. Tapi masih juga tak mendapatkannya. Kalau pun ada stok pupuk, ungkap dia, pedagang tak berani menjual sembarangan jika tidak terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). “Kalau pupuk nonsubsidi ada, tapi kami tak mampu membelinya karena harganya dua kali lipat lebih mahal,” ujar Yusuf.

Hal senada dituturkan Mahmuddin, petani asal Kecamatan Sawang. Kepada Serambi, Mahmuddin mengaku sudah lama mencari pupuk urea di kecamatannya, tapi sampai sekarang belum mendapatkannya. “Di kecamatan kami juga sudah mulai tanam, karena itu petani sangat membutuhkan pupuk. Jika persoalan ini tak segera diatasi, dapat berdampak tidak baik bagi panen nantinya,” ungkap Mahmuddin.

Informasi yang diperoleh Serambi dari seorang pengecer pupuk di wilayah barat Aceh Utara menyebutkan, sejumlah pedagang pengecer sebenarnya sudah menebus pupuk pada Juni yang lalu, dengan jumlah bervariasi mulai belasan sampai puluhan ton. Tapi, sampai sekarang belum semua jatah yang sudah ditebus tersebut disalurkan pihak distributor.

“Saya terpaksa mencari ke kecamatan lain. Tapi tak bisa dijual lagi dengan harga seperti pupuk subsidi yaitu Rp 90 ribu persak. Karena butuh biaya tambahan lain seperti ongkos dan harga beli juga lebih mahal. Tapi hanya bisa kita dapatkan 2 sampai 3 sak saja. Sedangkan permintaan lebih dari satu ton,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Penyaluran Pupuk Aceh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Zakaria kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, setiap bulan distributor wajib menyalurkan pupuk ke para pedagang pengecer atau pun kelompok tani. Dia menyatakan, kuota pupuk yang sudah disalurkan di Aceh Utara mencapai 80-90 persen. “Bila ada distributor yang tidak menyalurkan pupuk, silahkan lapor sama saya, kita akan tindak tegas,” tukasnya.

Menurut Zakaria, semua distributor sudah menyalurkan pupuk, hal itu berdasarkan RDKK yang sudah diteken oleh pedagang pengecer. “Tahun ini ada lagi penambahan pupuk, karena memang kuota pupuk yang diberikan tak sesuai dengan lahan. Tapi suratnya belum sampai ke dinas, sehingga kami tak bisa menyalurkan jika tak ada permintaan,” pungkasnya.(jaf) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id