Wali Kota Minta “Anak Desa” Menyerah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Wali Kota Minta “Anak Desa” Menyerah

Wali Kota Minta “Anak Desa” Menyerah
Foto Wali Kota Minta “Anak Desa” Menyerah

* Terkait Kasus Pembakaran Fasilitas PT Asdal

SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam Merah Sakti meminta tokoh masyarakat Subulussalam H Zainal bin Ismail atau yang kerap disapa “Anak Desa” segera pulang dan menyerahkan diri kepada petugas kejaksaan.

“Jangan demikian, sekarang nggak lagi ada jagoan semua sama di mata hukum. Kalau ada famili di sini tolong sampaikan agar dia (Zainal) menyerahkan diri,” ujar Merah Sakti didampingi Kepala Kantor Kesbangpol Khairunnas saat berdialog dengan masyarakat, kepala desa, dan para tokoh Kecamatan Sultan Daulat, Senin (7/8) di Aula Kantor Camat Sultan Daulat.

Merah Sakti sempat mengulas sekilas peristiwa yang menimpa H Zainal bin Ismail sejak awal berkasus di persidangan dalam perkara penyerobotan lahan PT Asdal. Dijelaskan, lokasi perkara antara Zainal dengan PT Asdal sebetulnya bukan di wilayah hukum Subulussalam melainkan Desa Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan.

”Ini harus dicatat, lokasi yang menjadi sumber konflik sengketa antara Zainal dengan PT Asdal bukan wilayah Subulussalam tapi Aceh Selatan, hanya saja kebetulan yang bersangkutan warga Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat yang berada di Subulussalam,” ujarnya.

Ia mengatakan sudah berupaya membantu menyelesaikan proses hukum Zainal dengan PT Asdal sejak kasusnya bergulir ke meja hijau. Namun upaya tersebut tidak menyelesaikan masalah hingga berujung kerusuhan massa. Merah Sakti mengaku mendapat kabar sahabat lamanya Zainal “Anak Desa” belum menyerakan diri ke kajaksaan.

Menurut Sakti, langkah bersembunyi itu bukan tindakan bijak karena sampai kapan ia dapat lari dari masalah. Dia menyatakan saat ini semua sama di mata hukum. Lambat laun, katanya, juga akan tertangkap.

”Saya sudah tahu ada yang mulai dipanggil dan ditanyai. Ini ada kabar lagi kalau Zainal sembunyi tapi sampai kapan tentu ada batasnya,” tegasnya. Dalam pertemuan tersebut wali kota juga mengimbau masyarakat agar kooperatif kepada kepolisian. Menurut Merah Sakti kasus pembakaran fasilitas perusahaan PT Asdal Prima Lestari (APL) di Kecamatan Sultan Daulat merupakan peristiwa yang tidak dikehendaki.

”Tapi ini ini musibah yang melanda Kota Subulussalam. Musibah tidak dapat ditolak sama halnya dengan keberuntungan juga tidak dapat serta merta diraih. Semua takdir Allah swt,” katanya. Dia sebutkan apabila ada keluarga atau masyarakat yang terlibat agar segera mendatangi pihak kepolisian sehingga tidak mempersulit penyelidikan.

Wali kota juga meminta warga Subulussalam terutama di Kecamatan Sultan Daulat jangan mudah terprovokasi yang bisa merugikan diri sendiri. Pada kasus tersebut, kata Merah Sakti, banyak warga tidak memiliki lahan yang bersengketa, namun ikut-ikutan dalam aksi massa.

Merah Sakti meminta kepada polisi apabila memang ada celah memberi jalan terbaik kepada masyarakat yang terlibat agar mereka mendapat pelakuan yang adil di mata hukum.

Dalam penjelasannya di hadapan masyarakat, Merah Sakti juga menegaskan hingga sekarang pihaknya belum menandatangani perpanjangan izin HGU PT Asdal Prima Lestari. Bahkan dia menyatakan tidak akan menandatangani perpanjangan izin PT Asdal sampai habis masa jabatannya.”Kalau sekarang bisa dicek saya belum keluarkan rekom untuk PT Asdal demi Allah,” ujarnya. Izin HGU PT Asdal dilaporkan akan segera berakhir dalam dua tahun ke depan atau sekitar 2019-2020.(lid) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id