Lahan Gambut di BTN Sungai Pauh Terbakar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lahan Gambut di BTN Sungai Pauh Terbakar

Foto Lahan Gambut di BTN Sungai Pauh Terbakar

LANGSA – Lahan gambut yang berada persis permukiman padat penduduk, sekitar kompleks BTN Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, Minggu (20/3) siang terbakar. Api yang cepat menjalar tertiup angin ini, membuat panik warga karena nyaris menghanguskan rumah-rumah warga di tengah cuaca sangat panas.

Edy, warga setempat mengatakan, kebakaran lahan gambut sekitar pukul 14.00 WIB ini cepat direspons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang langusng turun ke lokasi begitu mendapat laporan warga. Kebakaran ini pun segera diatasi tim Pemadam Kebakaran yang datang beberapa menit kemudian, untuk memblokir api. Sehingga tak sampai menjilati rumah warga.

Selain cuaca terik, angin siang kemarin juga cukup kencang. Sehingga api begitu cepat mejalar dan membesar dalam waktu hanya beberapa menit. “Diduga, ada warga yang membakar sampah di sekitar lahan gambut, dan tanpa disangka, api langsung menyambar tanaman kering yang tumbuh di atas lahan gambut, dan langsung menyebabkan kebakaran lahan di kawasan itu,” katanya.

Kepala BPBD Kota Langsa, Rinaldi Aulia, yang dihubungi Serambi, menjelaskan insiden kebakaran hutan atau lahan gambut di sekitar BTN Sungai Pauh itu, dapat segera diatasi dengan menerjunkan sejumah armada Damkar ke lokasi.

Pihak BPBD mengaku mendapat laporan kejadian kebakaran ini dari warga, bukan dari petugas yang disiagakan untuk menjaga potensi titik api, yang domainnya berada di Dinas Kehutanan atau Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Namun, pihaknya langsung menyikapinya dengan menerjunkan armada pemadam api, meski teknik penanganan kebakaran lahan berbeda dengan kebakaran perumahan yang biasa ditangani petugas Damkar yang dilatih saat ini.

Karena kebakaran lahan bisa muncul kembali, jika tak dipantau secara terus-menerus selama musim kemarau. Mengingat lahan gambut bisa berfungsi seperti sekam, dan api di permukaan yang sudah dipadamkan, sewaktu-waktu bisa muncul lagi.

“Kami hanya bisa berharap masyarakat tidak membakar sampah tanpa memastikan api benar benar padam saat ditinggalkan. Terutama dalam musim kemarau beberapa pekan terakhir ini yang memang sangat panas,” imbuhnya.(zb) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id