Ketek Layani Penyeberangan Mobil | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketek Layani Penyeberangan Mobil

Ketek Layani Penyeberangan Mobil
Foto Ketek Layani Penyeberangan Mobil

* Lintasi Krueng Tingkeum

BIREUEN – Sejak Jembatan Kutablang yang melintasi Krueng Tingkuem di jalan nasional Medan Banda-Aceh, Kutablang, Bireuen, dibongkar beberapa waktu lalu, mobil dari Banda Aceh menuju Medan dan sebaliknya, harus melewati jalur alternatif utara dan selatan. Sedangkan sepeda motor masih bisa melintas dengan menggunakan jasa boat penyeberangan di sungai tersebut.

Namun, sejak dua hari ini, berbagai jenis mobil pribadi dan sejenisnya atau mobil empat roda serta mobil penumpang umum (mopen) jenis L-300, sudah dapat menyeberangi Krueng Tingkeum. Warga setempat telah menyediakan sebuah ketek besar yang mampu memuat tiga unit mobil pribadi atau mopen L-300 dalam sekali penyeberangan.

Pantauan Serambi, Minggu (6/8), sejumlah mobil antrian untuk naik ketek guna menyeberang Krueng Tingkeum. Baik mobil yang datang dari arah Banda Aceh ke Medan, maupun sebaliknya. Untuk menyeberang sungai itu dengan ketek, hanya butuh waktu lima menit dengan membayar jasa penyeberangan sebesar Rp 30.000 per mobil.

Jika mobil itu tidak menggunakan jasa ketek penyeberangan, mereka harus memutar atau melewati jalur alternatif utara dan selatan dengan jarak tempuh mencapai delapan kilometer lebih dengan waktu mencapai 30-40 menit, karena jalur alternatif itu kondisi jalan rusak berat.

“Biasanya, kami harus memutar lewat jalur alternatif. Alhamdulillah, dengan adanya ketek besar, sekarang mobil sudah bisa menyeberang Krueng Tingkeum,” kata Musliadi, sopir L-300 saat ditemui Serambi di Krueng Tingkeum, kemarin.

Dikatakan Mulyadi dan sejumlah pengemudi mobil lainnya, meskipun sudah ada boat ketek penyeberangan mobil, namun mereka tetap mengharapkan kepada pemerintah agar pembangunan Jembatan Kutablang di lintas nasional itu dipacu pekerjaannya. Supaya jembatan itu dapat kembali digunakan masyarakat untuk mengurangi biaya dan waktu tempuh.

Sementara itu, pengelola boat ketek, Irfan mengatakan, untuk membuat boat ketek itu pihaknya telah menghabiskan anggaran mencapai Rp 120 juta. Meskipun pembangunan jembatan ditargetkan rampung akhir tahun ini yaitu sekitar empat bulan lagi, Irfan mengaku dia tetap akan mengupayakan memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

“Kami tahu target jembatan ini rampung dikerjakan Desember 2017. Meskipun hanya empat bulan kami layani penyeberangan mobil, kami tetap memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat dengan biaya jasa penyeberangan yang murah dan terjangkau,” ujarnya.

“Kami telah merencanakan, setelah jembatan rampung, boat ketek ini akan kami bongkar atau kami gunakan untuk wisata air Krueng Tingkeum,” demikian Irfan.

Pengelola boat ketek, Irfan menginformasikan, boat ketek berkapasitas tiga unit mobil pribadi atau mopen L-300 yang telah beroperasi sejak Sabtu (5/7) lalu itu, akan melayani penyeberangan mobil selama 24 jam dalam sehari. Mengenai biaya jasa yang dipungut, dia menyatakan, tarifnya Rp 30.000 per mobil untuk siang hari, dan Rp 35.000 per mobil sekali menyeberang sungai pada malam hari.

“Kami melayani penyeberangan dengan boat ketek ini selama 24 jam (siang-malam). Siang kami ambil jasa ongkosnya per mobil Rp 30.000, kalau malam Rp 35.000 per mobil,” sebut Irfan.

Irfan berharap agar jasa penyeberangan mbil dengan boat keteknya dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau selama ini hanya sepeda motor yang naik boat ketek, sekarang mobil pun sudah bisa naik boat ketek, sehingga tidak lagi harus memutar jauh lewat jalan alternatif yang kondisi saat ini rusak berat,” pungkas Irfan.(c38) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id