Momen Bangun Ekonomi Syariah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Momen Bangun Ekonomi Syariah

Momen Bangun Ekonomi Syariah
Foto Momen Bangun Ekonomi Syariah

* HUT Ke-44 Bank Aceh

DIREKTUR Utama (Dirut) Bank Aceh, Busra Abdullah mengatakan HUT Ke-44 Bank Aceh yang diperingati hari ini, Senin, 7 Agustus 2017, sangat penting dan penuh makna bagi mereka. Pasalnya, hal ini menjadi momentum kebangkitan Bank Aceh dalam membangun fundamental ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah ini.

Selain itu, pada usia ke-44 tahun ini juga menjadi tahun pertama Bank Aceh beroperasi sebagai Bank Umum Syariah. “Bank Aceh Syariah berkomitmen memperkuat pondasi syariat Islam melalui ekonomi berbasis kerakyatan yang adil dan bermartabat,” kata Busra Abdullah.

Menurut Busra, setelah konversi seutuhnya dari sistem konvensional ke syariah, 19 September 2016, Bank Aceh terus berbenah dengan memperkuat kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), menyempurnakan sistem dan infrastruktur pendukung lainnya agar lebih optimal.

“Fokus utama kita tekankan pada peningkatan profesionalitas karyawan dan karyawati secara berkelanjutan serta memastikan tersedianya infrastruktur layanan operasional dan sistem IT yang handal, termasuk pengembangan dan inovasi produk-produk yang telah dimiliki oleh Bank Aceh selama ini,” ujar Busra.

Ia menambahkan semangat dan gagasan konversi Bank Aceh merupakan salah satu terobosan yang monumental dilakukan Pemerintah Aceh sebagai pemegang saham untuk membangun sistem ekonomi yang bebas riba. Pilihan konversi juga menjadi langkah strategis dalam mempercepat kinerja Bank Aceh dalam jangka panjang.

“Alhamdulillah pascakonversi pertumbuhan kinerja Bank Aceh seperti Aset, Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus mengalami perkembangan yang positif,” tutur Busra.

Busra menyebutkan untuk periode hingga Juni 2017, total aset Bank Aceh sudah mencapai Rp 23 triliun, Dana Simpanan Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp 19,2 triliun pada Juni 2017. Pada saat bersamaan, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan juga meningkat mencapai Rp 12,4 triliun pada Juni 2017.

“Dan juga yang perlu dicatat adalah peran dan kontribusi dari kinerja Bank Aceh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Aceh (PAA) yang sangat menggembirakan dan terus meningkat,” kata Busra.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, Bank Aceh telah menyumbang deviden dan dana pembangunan daerah mencapai Rp 1,051 triliun. Hal ini sangat membanggakan karena Bank Aceh benar-benar telah membuktikan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menilai kinerja Bank Aceh benar-benar telah mampu mendatangkan pertumbuhan ekonomi daerah, baik secara mikro maupun makro ekonomi.

Karena itu, kata Busra, dengan izin Allah SWT, mereka sangat optimis melalui momentum HUT-44 ini, Bank Aceh akan terus meningkatkan komitmen dan konsistensinya dalam mengelola dan mengembangkan Bank ini secara amanah sesuai cita-cita Pemerintah dan rakyat Aceh.

“Salah satu landasan keyakinan tersebut tercermin pada HUT ke-44 ini yaitu “Serentak, Senada, Seirama” yang mengandung makna dan filosofi “Kita semua satu komitmen, satu sikap dan satu persepsi dalam mencapai visi misi Bank ini,” demikian Busra Abdullah. (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id