Menanam Kebaikan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Menanam Kebaikan

Menanam Kebaikan
Foto Menanam Kebaikan

Oleh: Jarjani Usman

Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW, “Berilah saya nasehat.” Nabi SAW bersabda, “Jangan marah.” Lelaki it terus mengulang-ulang permintaannya dan Nabi tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. al Bukhari).

Kebaikan bagaikan biji atau tunas tumbuhan yang bisa ditanam, tumbuh, berkembang, dan memberi manfaat untuk orang banyak. Semakin banyak ditanam, semakin banyak tumbuh dan selanjutnya dituai manfaatnya. Karena itu, setiap insan diharapkan berkenan menanam kebaikan agar alam kehidupan terhiasi dengan keindahan kebaikan-kebaikan yang menghidupkan suasana siang dan malam.

Namun, sebagaimana tanaman yang ada pengganggunya, kebaikan juga mengalami gangguan kecil hingga besar. Kadangkala diganggu dengan kata-kata yang menurunkan semangat, di saat yang lain diganggu dengan cara-cara yang lain. Hal-hal seperti itu akan dianggap sebagai rumput pengganggu yang perlu dihadapi dengan tindakan-tindakan yang baik dan wajar. Sebab, yang diutamakan adalah senantiasa menanam kebaikan.

Apalagi ajaran Islam yang agung telah mengatur bagaimana menghadapi pengganggu-pengganggu kebaikan. Menghadapinya dengan baik juga bagian dari yang sikap dan perbuatan yang memperoleh pahala. Di antara cara menghadapinya telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yaitu tidak marah.

Menyikapinya seperti ini sangat penting, karena terlalu cepat marah bisa membuat kita sebagai insan biasa tidak mampu mengontrol diri dan berpeluang melakukan hal-hal yang tak diinginkan. Rasulullah bahkan tidak marah saat seorang Yahudi buta menjelek-jelekkannya Namun kemudian si Yahudi itu masuk Islam setelah mengetahui yang dijelek-jelekkannya adalah orang yang mencontohkan pelaksanaan ajaran Islam yang sesungguhnya. (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id