Listrik Padam 11 Jam, Masyarakat Abdya ‘Murka’ pada PLN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Listrik Padam 11 Jam, Masyarakat Abdya ‘Murka’ pada PLN

Listrik Padam 11 Jam, Masyarakat Abdya ‘Murka’ pada PLN
Foto Listrik Padam 11 Jam, Masyarakat Abdya ‘Murka’ pada PLN

URI.co.id, BLANGPIDIE -Sejumlah masyarakat kecewa atas pemadaman listrik yang dilakukan PLN Rayon Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Pasalnya, pemadaman yang dilakukan sejak Pukul 09.00 WIB itu, hingga Pukul 20.40 WIB atau selama 11 jam, namun listrik belum juga dinyalakan.

Padahal, dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Manager PT PLN (Persero) Rayon Blangpidie, Suherman Nazir, menyampaikan pemadaman, dikarenakan adanya pemeliharaan itu, akan berakhir pada Pukul 17.00 WIB.

Akibat pemadaman ‘lanjutan’ itu, sejumlah warga di Kecamatan Susoh dan Blangpidie murka.

Tak sedikit, sejumlah netizen melalui akun Facebook, twitter dan BBM-nya, melantarkan kata-kata kasar dan sindiran untuk perusahan plat merah itu.

“Kita sudah merdeka 72 tahun, kok urus listrik aja tidak beres, lemuoh aneuk muda,” ujar Rizky di akun Facebooknya.

Hal yang sama juga disampaikan, oleh Fitri, warga Kecamatan Blangpidie. “Kalau Naufal (sang penemu listrik dari pohon kedondong-red) sudah besar, pasti Aceh tidak langganan mati lampu lagi,” ujar Fitri di akun BBMnya.

Hadi netizen lain menyampaikan “Ud 1 jam lebih dari jadwal yang dikeluarkan oleh PLN sesuai surat edaran, tapi listrik belum hidup juga,” tulis Hadi sembari melampirkan surat edaran tentang pemadam listrik yang diunggah sekira Pukul 18.17 WIB.

Postingan Hadi itu, nendapat respon dari masyarakat, seluruh netizen di kolom komentar mencela PLN.

Manager PT PLN (Persero) Rayon Blangpidie, Suherman Nazir, saat dikonfirmasi URI.co.id, menyebutkan pemadaman lanjutan itu, akibat adanya tiang yamg patah di kawasan Kecamatan Suak.

“Mohon, sampaikan, kalau ada tiang yang patah di simpang letter S, Desa Alue Mangota (Kecamatan Suak-red), kita sedang berusaha, agar listriknya secepat mungkin nyala, mungkin butuh waktu satu atau dua jam lagi,” ujar Suherman Nazir. (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id