Hujan Disertai Angin Kencang di Aceh Timur, Lima Rumah Ditimpa Pohon dan Tergenang Banjir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hujan Disertai Angin Kencang di Aceh Timur, Lima Rumah Ditimpa Pohon dan Tergenang Banjir

  • Reporter:
  • Minggu, Agustus 6, 2017
Hujan Disertai Angin Kencang di Aceh Timur, Lima Rumah Ditimpa Pohon dan Tergenang Banjir
Foto Hujan Disertai Angin Kencang di Aceh Timur, Lima Rumah Ditimpa Pohon dan Tergenang Banjir

URI.co.id, IDI – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Timur, Sabtu (5/8/2017) sore hingga Minggu siang menyebabkan sejumlah rumah ditimpa pohon dan sejumlah kecamatan dilanda banjir luapan.

“Ratusan rumah warga di Gampong Jambu Lubok, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, tergenang banjir luapan sungai Alue Ie Mirah paska diguyur hujan deras Sabtu malam,” ungkap Anggota DPRK Aceh Timur, Abdul Hamid alias Pang Rahet, Minggu (6/8).

Banjir luapan setinggi paha orang dewasa ini, kata Pang Rahet, saat ini baru merendam perumahan warga di Gampong Jambo Lubok saja.

Baca: Rumah Ditimpa Pohon Saat Nek Aisyah Sedang Sakit Didampingi Anak dan Cucu

Hingga saat ini ketinggian air terus bertambah karena hujan masih terus terjadi.

“Ketinggian air terus bertambah, tapi belum ada warga yang mengungsi,” kata Pang Rahet.

Sementara itu, Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi mengatakan selain banjir di Indra Makmu, hujan deras disertai angin yang terjadi di Aceh Timur juga menyebabkan sejumlah rumah ditimpa pohon.

“Rumah yang ditimpa pohon lima, satu di Gampong Seunebok Bacee, satu di Pulo Blang, dan tiga rumah di Kecamatan Pante Bidari. Saat ini anggota kita sedang membersihkan puing-puing kayu yang menimpa rumah warga,” ungkap Syahrizal Fauzi.

Baca: Penduduk Langganan Banjir Singkil, Dilatih Penanganan Gawat Darurat

Selain Kecamatan Indra Makmu, ungkap Syahrizal, Kecamatan Julok, juga mulai direndam banjir karena kiriman air dari Kecamatan Indra Makmu.

Sekretaris SAR Aceh Timur, Herman, meminta warga segera melapor kepada pihaknya jika ada warga yang perlu dievakuasi baik karena banjir maupun musibah lainnya. “Petugas kami stanby 24 jam di kantor,” ungkap Herman. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id