Persiraja Patahkan Rekor PSMS | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Persiraja Patahkan Rekor PSMS

Persiraja Patahkan Rekor PSMS
Foto Persiraja Patahkan Rekor PSMS

BANDA ACEH – Skuadra Persiraja mencatat hasil memuaskan saat sukses mematahkan rekor tak pernah kalah PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2017, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, malam tadi. Rafsanjani dkk menang 2-0.

Bagi Mukhlis Nakata cs, Persiraja menjadi tim pertama yang berhasil mengalahkan PSMS. Pasalnya, dalam delapan partai yang sudah dilakoni Dimas Drajad dkk, mereka tak pernah kalah. Bukan hanya itu, anak asuh Mahruzal Nasution juga tak pernah kebobolan. Namun, rekor itu akhirnya tumbang di tangan anak-anak Kutaraja. Apalagi, duel malam tadi berlangsung di bawah guyuran hujan deras.

Kemenangan itu tentu menjaga peluang tim besutan Anwar, Akhyar Ilyas, Wahyu AW, plus Sisgiardi untuk bersaing di papan atas grup 1. Kini, nilai Lantak Laju–julukan Persiraja–sama dengan poin PSPS Pekanbaru yakni 18. Bahkan, Persiraja hanya tertinggal dua angka dari pimpinan klasemen sementara, PSMS Medan.

Keberhasilan Agus Suhendar, Vivi Asrizal, dan Ferry Komul memiliki makna penting. Ya, mereka sukses menuntaskan dendam ketika kalah telak 0-3 pada pertemuan pertama di Stadion Teladan. Kala itu, tanpa enam pemain pilar, Persiraja langsung menyerah. Tiga gol ke gawang Rahmanuddin dihasilkan pada 45 menit babak kedua.

Hasil mengesankan Muhammad Fani Aulia, Yosua Pahabol, dan Irsyad Habib akan menjadi modal berharga bagi mereka. Pasalnya, pekan depan tepatnya Sabtu (12/8) malam, Persiraja akan melakoni laga ‘hidup-mati’ melawan PSPS Pekanbaru. Pada pertemuan pertama di Stadion Kaharuddin Nasution, Persiraja takluk berkat gol penalti kontroversial pemain asal Papua, Ananias Fringkreuw.

Satu menit usia pertarungan, Stadion Lampineung langsung bergemuruh oleh kegembiraan penonton. Sayap kanan Persiraja asal Blangpidie, Vivi Asrizal sukses menjebol gawang PSMS. Gol cepat ini berawal dari umpan terukur Agus Suhendar. Mendapat umpan terobosan, Vivi sukses memperdayai Abdul Rohim, kiper PSMS. Apalagi, saat itu, ia ragu-ragu menyongsong datangnya si kulit bundar. 

Unggul cepat, menaikkan moral tuan rumah. Mengandalkan kecepatan pergerakan dua wing bek, Fani dan Vivi mampu membongkar lini bawah tamu. Akibatnya, Hardiantono, Fredyan, dan Achmad Budi Argo harus berulangkali melakukan pelanggaran keras. Mereka kesulitan menghentikan serangan Persiraja dari sayap.

15 menit awal, Ayam Kinantan–julukan PSMS–sulit untuk keluar dari tekanan tuan rumah. Ferry Komul nyaris memperbesar kemenangan usai tandukannya menerpa tiang gawang PSMS. Namun, bola rebound itu langsung dibuang ke tengah lapangan.

PSMS bukan tanpa tekanan. Pasukan Mahruzal Nasution juga menyerang dari sayap. Pergerakan dari anak Tulehu, Ambon, Frets Butuan serta pemain asal Sigli, Muhammad Zulfikar bisa diantisipasi oleh Irsyad Habid dengan Rafsanjani. Dua menara kembar Persiraja ini langsung menerapkan permainan sapu bersih.

Pada menit 35, Persiraja berhasil menggandakan kemenangan. Kali ini gol datang dari aksi bek kiri, Agus Suhendar. Pemain asal Kota Fajar itu melepaskan tendangan menyusur tanah. Hentakan keras tersebut bersarang mulus ke jala Abdul Rohim. Gol ini tak lepas dari umpan matang Ponda Dwi Saputra. 2-0 untuk tuan rumah.

Memasuki babak kedua, PSMS mencoba bangkit dengan memasukkkan tiga pemain baru. Trio anyar ini merupakan pemain pinjaman dari PS TNI. Sayangnya, tekanan mereka masih saja belum menghasilkan gol. Pada sisi lain, tuan rumah juga kesulitan untuk menambah gol.

PSMS sempat mendapat gol berkat sontekan Dimas Drajad pada menit 69. Namun, gol mantan penyerang timnas U-19 itu dianulir wasit Rahmantullah. Sebelum mencetak gol, Dimas Drajad sudah berada dalam posisi off-side. Tuan rumah juga memiliki peluang menambah gol saat tendangan bebas Ferry Komul diblok kiper PSMS. Hingga tarung usai, Persiraja menang 2-0.

Syukur Alhamdulillah, kita berhasil mengamankan tiga poin penting malam ini. Keberhasilan kami ini tak lepas dari makin membaiknya permainan tim. Anak-anak dalam dua laga terakhir di kandang, mampu bekerja keras. Apalagi, kita mendapat dukungan penuh dari penonton dan suporter.

PSMS Medan merupakan tim tangguh dan solid di Grup I. Mereka juga memiliki sejumlah pemain bintang. Karena itu, sejak awal, pemain kita instruksikan untuk mem-pressing lawan. Hasilnya, taktik kita langsung membuahkan hasil di menit-menit awal pertandingan. Gol pertama dari Vivi bentuk dari tekanan pemain kita.

Yosua Pahabol tetap bermain baik. Untuk pertandingan malam ini, ia kita instruksikan untuk menjadi tembok. Sehingga, Vivi, Fani, plus pemain dari lini kedua muncul untuk masuk ke areal PSMS. Sementara Faumi diturunkan karena kita memang butuh gelandang bertahan.

Jujur saja, pertandingan malam ini memang sangat menarik. Kekuatan kedua tim berimbang. Sehingga, selama 90 menit pertandingan, kedua tim sama-sama melancarkan serangan silih berganti. Tapi, faktor konsentrasi menjadi pembeda bagi tim pemenang. Terbukti, anak-anak tak fokus di menit awal hingga langsung tercipta gol.

Menyusul kekalahan pertama ini, kami akan melakukan evaluasi khususnya soal mental. Karena, dalam tiga pertandingan tandang kami, anak-anak gagal mencatat kemenangan. Mereka hanya mampu bermain imbang. Untuk itulah, sebelum away ke Langsa, kami fokus membenahi mental pemain.

Mengenai hasil pertandingan, tuan rumah sudah bekerja keras dan mendapat dukungan dari penonton. Kita juga tahu jika penonton di Aceh memang fanatik sekali. Fanatisme mereka terlihat selama pertandingan dalam memberikan support bagi pemain tuan rumah.(ran) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id