Tiga Napi Penguras ATM ke Jaksa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Napi Penguras ATM ke Jaksa

Tiga Napi Penguras ATM ke Jaksa
Foto Tiga Napi Penguras ATM ke Jaksa

LHOKSUKON – Penyidik Reskrim Polsek Tanah Jambo Aye, Aceh Utara sudah melimpahkan tiga narapidana (napi) yang terlibat dalam kasus penguras Rp 45 juta milik Ratna Juwita, PNS asal Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ke Kejari Aceh Utara, Kamis (3/8). Ketiganya adalah, Hendrik Hutasoit (37), asal Medan Amplas, Sumatera Utara, lalu Riki Handoko (34), asal Kota Padang, Sumatera Barat, dan Riski Hasudungan (38), warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Aksi kejahatan mereka terekam CCTV yang berada di tempat ATM tersebut.

Untuk diketahui, pada 11 Oktober 2016, Ratna mendatangi Polsek Tanah Jambo Aye untuk melaporkan kasus raibnya Rp 45 juta tabungan dia yang dikuras oleh pria tak dikenal, setelah ATM-nya ditukar oleh pria yang berpura-pura menawarkan jasa ketika menarik uang di ATM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Ia mengetahui uang tersebut sudah dicairkan pria penukar ATM itu dengan cara ditarik via ATM dan transfer ke rekening lain setelah mengeprint buku tabungannya.

“Setelah mendapat pemberitahuan dari jaksa, berkas yang sudah kita limpahkan sebelumnya sudah lengkap (P21). Penyidik langsung melimpahkan ketiga tersangka tersebut ke jaksa bersama barang bukti berupa kartu ATM, buku rekening, dan juga hasil rekaman CCTV,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Teguh Yano Budi kepada Serambi, Sabtu (5/8).

Sebelum berkas kasus itu lengkap, penyidik sudah menjemput ketiga tersangka dari Langsa dan kemudian dititipkan ke Rutan Lhoksukon untuk memudahkan proses penyidikan dan pelimpahan. “Uang Rp 45 juta yang dikuras ketika tersangka sudah digunakan sebelumnya, sehingga tak bisa dikembalikan kepada korban,” kata Kapolsek Tanah Jambo Aye.

Sementara itu, Kajari Aceh Utara, Edi Winarto melalui Kasi Pidana Umum Fahmi Jalil SH menjelaskan, jaksa sekarang sedang mempersiapkan materi dakwaan sebelum ketiga tersangka tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara untuk proses sidang. “Ketiga tersangka itu napi dalam kasus sebelumnya. Jadi mereka sekarang menjalani hukuman atas vonis kasus sebelumnya di Rutan Lhoksukon, jadi bukan tahanan jaksa,” kata Kasi Pidana Umum.

Diberitakan sebelumnya, ketiga tersangka tersebut ditangkap Tim Resmob SatReskrim dan Intelkam Polres Langsa pada 20 Oktober 2016, di SPBU Dua Dara, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, masih dalam wilayah hukum Polres Langsa. Lalu pada April 2017, ketiganya divonis masing-masing setahun penjara oleh Pengadilan Negeri Langsa, dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB.(jaf) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id