Sipir Gagalkan Pelarian Napi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sipir Gagalkan Pelarian Napi

Sipir Gagalkan Pelarian Napi
Foto Sipir Gagalkan Pelarian Napi

* Ketahuan saat Bobol Dinding Rutan

LHOKSUKON – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon, Aceh Utara berhasil menggagalkan upaya pelarian empat narapidana (napi) dengan cara membobol dinding sel tahanan, Kamis (3/8) dinihari WIB. Imbas dari upaya pelarian tersebut, keempat napi tersebut beserta tujuh narapidana lainnya yang menghuni kamar itu, dipindahkan dari Rutan Lhoksukon ke Lapas Narkoba Langsa dan Lapas Kelas IIA Langsa.

“Pada Kamis (3/8) sekitar pukul 02.30 WIB, petugas mendengar suara mencurigakan dari dalam kamar P2. Lalu petugas langsung memeriksa ke kamar itu yang dihuni 11 napi dan tiga tahanan,” ujar Kepala Rutan Cabang Lhoksukon, Aceh Utara Effendi SH menjawab Serambi, Sabtu (5/8).

Diterangkan dia, petugas menemukan dinding dalam kamar tersebut sudah dirusak dengan cara dikikis menggunakan obeng dan gergaji besi. “Kemudian petugas langsung melaporkan kasus itu ke saya. Saat itu, saya sedang dinas ke Banda Aceh. Langsung kita perintahkan petugas untuk mengosongkan kamar tersebut,” tegas Effendi.

Dia melanjutkan, napi dan tahanan yang berada dalam kamar itu langsung dipindahkan ke kamar lain unutk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Dari hasil interogasi petugas, dari 14 penghuni kamar itu, empat di antaranya mengaku terlibat dalam pembobolan. Tapi yang lain mengaku tidak mengetahuinya,” terangnya.

Menurut Effendi, keempat napi itu mengkikis pada bagian sambungan keramik, sehingga jika tak diperhatikan dengan seksama, tidak akan terlihat titik yang dikikis tersebut. “Kemungkinan, aksi pelarian dengan cara membobol dinding rutan itu sudah lama direncanakan,” duganya.

Karena itu, lanjut Effendi, pada Kamis (3/8) sore, petugas langsung memindahkan 11 napi dalam kamar itu ke Langsa, di mana 8 di antaranya yang terlibat dalam kasus narkoba ke LP Narkoba Langsa, dan tiga napi lainnya yang terlibat dalam kasus kriminal umum dipindahkan ke LP Kelas IIB Langsa.

Sedangkan tiga lagi tahanan yang masih menjalani proses persidangan, dipindahkan ke kamar lainnya. “Delapan dan 3 tahanan lain juga mengetahui pembobolan itu, tapi mereka tak melaporkan kejadian tersebut ke petugas, sehingga mereka juga harus dipindahkan,” tukas Effendi.

Disebutkan dia, untuk sementara kamar tersebut dikosongkan karena masih dalam perbaikan. Jika nanti sudah selesai diperbaiki, maka para napi akan kembali ditempatkan di dalam kamar tersebut

Kepala Rutan Cabang Lhoksukon melalui melalui Kasubsi Pelayanan dan Pengelolaan, Muhammad kepada Serambi menyebutkan, tiga dari 11 napi yang dipindah ke Langsa tersebut dipastikan gagal mendapat remisi (pengurangan masa hukuman) pada HUT Ke-72 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017 nanti. Padahal, sebelumnya ketiga napi itu sudah diusulkan untuk mendapatkan remisi. “Kita sedang mendata napi untuk pengusulan remisi. Tapi karena sudah kejadian seperti itu, sehingga mereka tak kita usulkan lagi,” kata Muhammad.

Dia merincikan, napi yang gagal dapat remisi adalah Zulkarnain dan Edi Saputra, keduanya merupakan napi kasus narkoba asal Kecamatan Tanah Jambo, Aye Aceh Utara, serta Maulidi, napi narkoba asal Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.(jaf) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id