Bubuk Serbaguna dari Ampas Tebu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bubuk Serbaguna dari Ampas Tebu

Bubuk Serbaguna dari Ampas Tebu
Foto Bubuk Serbaguna dari Ampas Tebu

TIM Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dari Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), berhasil mengolah ampas tebu menjadi bubuk serbaguna. Melalui proses kimia yang disebut hidrolisa asam, tim yang beranggotakan Karmila, Aulia Chintia Ambarita, Faisal Yusupi Guswara, dan Muhammad Adam Armando ini membuat nanoselulosa, bahan alami pengganti fiberglass (kaca serat), yang menjadi komponen penting dalam pembuatan masker kecantikan, kemasan, serta produk medis dan otomotif.

Laporan keberhasilan itu disampaikan Dosen Pembimbing Tim PKM Nanoselulosa, Dr Ir Sri Aprilia MT, Kamis (3/8) di Unsyiah. Selain menjadi terobosan di bidang industri, katanya, hasil penelitian mahasiswa itu merupakan upaya pemanfaatan limbah ramah lingkungan.

“Nanoselulosa merupakan bahan yang massa jenisnya rendah (ringan), namun memiliki kekuatan mekanik yang cukup tinggi. Sehingga sangat cocok untuk menggantikan fiberglass,” ujarnya.

Menurut Sri, fiberglass yang biasanya digunakan sebagai filer (pengisi) dalam membuat suatu kemasan terbuat dari gas alam dan minyak bumi, sehingga tidak ramah lingkungan dan cenderung mahal. Sedangkan nanoselulosa dari ampas tebu memiliki ongkos produksi yang lebih murah dan ramah lingkungan. “Jika pun nanti produknya sudah menjadi sampah, dia akan mudah terurai di dalam tanah,” kata Sri.

Dia menambahkan, bubuk nanoselulosa merupakan bahan campuran yang harus diaplikasikan lagi untuk bisa menciptakan suatu produk. Bubuk tersebut berguna sebagai penguat tekstur polimer dalam pembuatan masker, alat medis, serta otomotif. “Dalam produk plastik, misalnya, nanoselulosa menjadi penunjang agar kemasan itu lebih kuat dan ringan,” jelas Koordinator Prodi Magister Teknik Kimia Unsyiah ini.

Sri menambahkan, penelitian terkait nanoselulosa sudah banyak dilakukan di dalam dan luar negeri dengan menggunakan bambu, kulit bawang, kentang, daun nanas, singkong, jagung, dan bahan berkabrohidrat lainnya. Namun, menurutnya, penggunaan ampas tebu untuk nanoselulosa merupakan yang perdana.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Dasar Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unsyiah selama empat bulan. Kelebihan dari penelitian ini merupakan adanya katalis. Fungsi katalis sendiri sebagai zat yang dapat mempercepat reaksi. Proses penelitian ini dilakukan secara kimiawi yaitu dengan metode hidrolisa asam.

Ketua Tim PKM Nanoselulosa, Karmila, mengatakan, dia dan tiga rekannya melakukan penelitian selama empat bulan. Ide itu berawal dari banyaknya ampas yang dihasilkan penjual air tebu di lingkungan Unsyiah. Lalu pihaknya dibantu dosen mencoba memanfaatkan limbah tersebut menjadi nanoselulosa. “Kelebihan dari penelitian ini yaitu adanya katalis sebagai zat yang dapat mempercepat reaksi. Semoga hasil ini dapat diaplikasikan pada bidang biomedis dan bioteknologi,” ujarnya.

Terkait inovasi tersebut, lanjut Karmila, tim PKM Teknik Kimia Unsyiah akan berkompetisi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 pada 23-28 Agustus 2017 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan. Teknik Kimia Unsyiah diwakili dua tim PKM yang mempresentasikan inovasi nanoselulosa dari ampas tebu serta produk asam sunti bubuk.

Unsyiah akan mengirim sembilan tim PKM yang berhasil lolos ke ajang bergengsi nasional tersebut, yang diumumkan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2 Agustus 2017 di Jakarta. Di antara sembilan tim ini, enam di antaranya berasal dari Fakultas Teknik (FT), dua dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan satu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Tahun 2017, Unsyiah mengirimkan 415 proposal untuk didanai oleh Kemenristekdikti. Namun hanya 35 proposal yang disetujui. Sembilan dari 35 proposal itu terpilih sebagai wakil Unsyiah di Pimnas ke-30. (fit) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id