Kantor Bupati Pidie Layak Dirobohkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kantor Bupati Pidie Layak Dirobohkan

  • Reporter:
  • Minggu, Agustus 6, 2017
Kantor Bupati Pidie Layak Dirobohkan
Foto Kantor Bupati Pidie Layak Dirobohkan

* Hasil Kajian Tim Unsyiah

SIGLI – Hasil kajian tim independen Unsyiah menyatakan Kantor Bupati Pidie layak dirobohkan. Tim itu berkesimpulan demikian setelah melakukan pengamatan visual, pengujian mutu beton, dan analisis bangunan sruktur terhadap gedung tersebut.

Data dari tim Unsyiah menyebutkan, Kantor Bupati Pidie didirikan sekitar tahun 1983 atau sudah berusia 34 tahun. “Kajian dan investigasi terhadap Kantor Bupati Pidie yang sudah dilakukan tim Unsyiah selama sepuluh hari,” kata Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Pidie, Zulkifli, kepada Serambi, Rabu (2/8).

Tim yang melakukan studi teknis kelayakan sruktur Kantor Bupati Pidie itu, sebutnya, beranggota empat orang yaitu Dr Ir Muttaqim MT (ketua) dan tiga anggota masing-masing Mahlil ST MT, Zulfan ST MT, dan Nirwal Mahdi Abdullah ST MT.

Dikatakan, tim Unsyiah juga mencatat tiga gedung lain di Pidie akan mengundang bahaya jika digunakan. Ketiga gedung itu adalah gedung keuangan, arsip, dan gedung darma wanita. Ketiga gedung itu rawan ambruk jika terjadi gempa. Karenanya, tim Unsyiah juga merekomendasikan ketiga gedung itu harus dirobohkan.

“Kemarin, kami sudah terima hasil kajian tim Unsyiah terhadap Kantor Bupati Pidie. Salinan hasil kajian itu sudah kami serahkan ke Pak Sekda. Nanti, Pak Sekda yang sampaikan ke Pak Bupati,” jelas Zulkifli.

Pantauan Serambi, kemarin, sejak rencana Kantor Bupati Pidie dibangun baru, aktivitas Bagian Humas, Hukum, Umum, Pemerintahan, Adminitrasi Pembangunan, dan Bagian Kejahteraan Setdakab Pidie sudah dipindahkan.

Begitu juga ruang kerja para asisten sudah dipindah ke tempat lain. Hanya ruang kerja bupati, wakil bupati, sekda, dan bagian keuangan yang masih menggunakan kantor lama.

Untuk diketahui, untuk tahun ini anggaran pembangunan Kantor Bupati Pidie diplot Rp 14,4 miliar. Prosesnya sudah selesai tender. Sementara total yang dibutuhkan untuk pembangunan kantor itu diperkirakan mencapai Rp Rp 80 miliar lebih. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Pidie memperkirakan kantor bupati itu akan tuntas dibangun dalam dua tahun.

Bupati Pidie, Roni Ahmad yang kerap disapa Abusyik, mengatakan, dirinya belum memberi lampu hijau untuk pembangunan gedung baru kantor bupati. Menurutnya, pembangunan kantor itu masih perlu dipelajari dan dikaji ulang.

Dikatakan, pihaknya masih menunggu hasil dari tim Unsyiah yang sudah melakukan pengkajian terhadap kantor tersebut.

“Hasil kajian tersebut belum saya terima. Setelah hasil kajian itu diserahkan kepada saya, kita akan pelajari kembali hasil kajian tersebut,” kata Abusyik kepada wartawan, di meuligoe setempat, kemarin.

Menurutnya, selama ini pengawasan proyek fisik di Pidie masih sangat lemah. Sehingga proyek tak bertahan lama dan rawan abruk. “Jika bangunan itu rubuh dan memakan korban jiwa, siapa yang mau bertanggung jawab,” kata Abusyik.

Saat ini, lanjut Bupati, sebagian rekanan di Pidie bekerja tak sesuai aturan yang ditetapkan. Contohnya, jumlah semen dikurangai dan besi yang dipakai pada bangunan di luar ketentuan RAB. “Ke depan kita akan perketat pengawasan, sehingga bangunan yang dihasilkan betul-betul kokoh dan bisa tahan lama. Apalagi kabupaten kita ini kawasan rawan gempa,” demikian Abusyik.(naz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id