Anggota DPRK Juga Kritik Cuitan Facebok Sekda Subulussalam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anggota DPRK Juga Kritik Cuitan Facebok Sekda Subulussalam

Anggota DPRK Juga Kritik Cuitan Facebok Sekda Subulussalam
Foto Anggota DPRK Juga Kritik Cuitan Facebok Sekda Subulussalam

URI.co.id, SUBULUSSALAM – Cuitan Sekda Kota Subulussalam H. Damhuri SP, MM yang terkesan ingin mencampuri bahkan mengarahkan judul pemberitaan terus menuai kritikan dan disesalkan banyak pihak karena dinilai sangat berpihak pada investor dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Status Sekda Damhuri berisi keresahan atau kegalauan terkait kasus pemberitaan kerusuhan massa di PT Asdal Prima Lestari (APL)  diposting akun media sosialnya facebooknya, Sabtu (5/8/2017) siang.

Dalam status Damhuri, selain meminta agar judul berita di Serambi Indonesia ke depan ‘dilunakkan’ menurut versi pribadinya, dia juga meminta agar dimuat pada halaman lain bukan di halaman utama.

Pernyataan sang Sekda ini dinilai sebagai upaya untuk mengintervensi kerja jurnalis dan ada kesan membela investor, mengabaikan rakyat serta anti media.

Pantauan URI.co.id, hingga memasuki sepuluh jam postingan Sekda Damhuri pada akun facebook bernama Damhuri Sbs itu masih dibahas para netizen.

Bahkan tak sedikit mempertanyakan sikap seorang pejabat teras dan mencurigai ada apa di balik cuitan itu. Anggota DPRK Subulussalam asal Kecamatan Sultan Daulat, Rasumin Pohan menanggapi keras pernyataan sang pimpinan tertinggi PNS Kota Sada Kata itu.

Rasumin menyesalkan sikap seorang pejabat teras yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat. ”Pernyataan pejabat seperti sekda ini sangat melukai hati kami masyarakat sultan daulat..bukan nya memihak kepada rakyat malah di pojok kan pula..trmaksh pak sekda,” tulis Rasumin.

Rasumin yang merupakan Ketua Komisi A DPRK Subulussalam bidang pemerintahaan, pertanahanan dan pertahanan menyampaikan kekecewaannya terhadap sang mantan Kadis Perkebunan dan Kehutanan Kota Subulussalam tersebut.

“Kami curiga apa jangan-jangan selama ini sekda yang backup investor naka,  itu momok menakut bagi masyarakat Sultan Daulat karena sejauh ini tidak ada kontribusi Asdal bagi pertumbuhan ekonomi Subulussalam. Bayangkan, karyawannya aja semua dari luar, jadi.gak usah gitu pernyataannya pak sekda menyakitkan bagi kami masyarakat Sultan Daulat,” ujar Rasumin menyesalkan pernyataan Sekda.

Tak hanya anggota DPRK, praktisi hukum juga menyorot cuitan ‘galau’ sang Sekda.

Adalah Yahya Kombih, SH, Ketua LLBH Kota Subulussalam. Muhammad Yahya Mohon menulis tanggapannya,” Mohon maaf seblumnya Pak sekda menurut saya judul head line sebuah media tak ada masalah, seblum berita di terbitkan sudh pasti telah lulus uji etik jurnalistik.  Permasalahn sengketa lahan antara pihak perusahaan dengan warga sekitar perusahaaan sepertinya sudh bosan dan jenuh masyrkat melihat kelakuan para investor, investasi boleh saja ttpi tetap ada aturan semuanya.

Kelakuan para Kapitaliss yg agresif cukup memperihatinkan dmna telah beberpa org di jebloskan dlm penjara Lalu bagaimana anak istrinya?? Bagaimana seandainya posisi mereka yg di zalimi oleh para Kapitalis anda rasakan sendiri??? Apakah keluarga anda siaapp ??? Terlalu banyak keluh kesah warga kita di sana, kepekaan dan keseriusan anda sebagai pejabt negara menyelsaikan, agar tak korban lgi. Bijaklah dlm menyikapi persoalan ummat.”#salamkaumbeak

Akun Zuliadi BulCar menulis, Apakah hanya memikirkan investor dengan investasinya yg melimpah luah mgkin..? Saya bingung juga, seharusnya bapak sebagai pejabat tidak memberikan masukan seperti ini pak, tidak layak untuk di dengar masyarakat Sultan Daulat srkrg pak. Mohon maaf pak kalau kami lancang berbicara, ini pendapat kami dan ini bukan persoalan biasa pak, ini persoalan mengenai masyarakat kita pak. Jadi jangan memikirkan investor saja. (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id