Meski Tanpa Kursi, PNA Subulusalam Jadi Rebutan Balon Wali Kota | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Meski Tanpa Kursi, PNA Subulusalam Jadi Rebutan Balon Wali Kota

Meski Tanpa Kursi, PNA Subulusalam Jadi Rebutan Balon Wali Kota
Foto Meski Tanpa Kursi, PNA Subulusalam Jadi Rebutan Balon Wali Kota

URI.co.id, SUBULUSSALAM – Isu Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam tahun depan semakin menarik salah satunya aksi para bakal calon (balon) yang memburu partai politik termasuk nonparlemen.

Adalah Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kota Subulussalam yang paling banyak diburu para balon.

“Ada Sembilan tokoh yang mengambl formulir,” kata ketua DPW PNA Kota Subulussalam, Musmuliadi Jabat kepada wartawan, Sabtu (5/8/2017).

Jika dilihat dari jumlah para pendaftar, PNA tidak kalah jauh dengan partai pemenang pemilu 2014 di Subulussalam atau peraih kursi terbanyak di sana seperti PAN, Golkar, PKB dan Demokrat.

Malah dari data, jumlah pendaftar di PNA bisa dikatakan melebihi. Diduga, banyaknya tokoh yang menyasar PNA walau tanpa kursi di legislative Subulussalam lantaran pengaruh tokoh utamanya Irwandi Yusuf, yang kini Gubernur Aceh.

Pesona sang pilot pesawat `Hana Karu Hoka Gata’ ini menjadi alasan utama para tokoh Subulussalam sehingga mereka tampak rela saling salip untuk mendapatkan `tiket dari PNA.

Padahal, jika pun PNA menetapkan pasangan balon yang maju di pilkada mendatang hanya sebatas mendukung bukan mengusung karena tidak memiliki cukup syarat kecuali berkoalisi.

Berdasarkan catatan URI.co.id, para tokoh yang membidik dukungan PNA dna resmi mendaftar adalah H Asmauddin SE, H Affan Alfian Bintang, Drs Salmaza, H Anasri ST MT alias Ogek Anas, Dedi Anwar Bancin, Baginda Nasution dan Ny Hj Sartina.

Sementara dua pengambil formulir namun belum mendaftar adalah Fajri Munthe dan drs Jalaluddin.

Sementara Ny Sartina yang ditanyai wartawan mengatakan mendaftarkan di hampir semua partai politik yang buka penjaringan balon wali kota.

Ny Sartina mengaku tidak mau pilih-pilih partai berdasarkan besarnya kursi di DPRK Subulussalam.

“Saya ingin mendaftar di semua parpol. Bukan karena jumlah kursi partai di DPRK saja, tetapi agar lebih dekat dengan masyarakat karena parpol juga memiliki tim, keluarga dan mesin politik, jadi ini kita harapkan dapat kita gerakkan khususnya suara masyarkat yang ada di partai itu,” kata Ny Sartina. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id