Ini Tanggapan Netizen Terkait Cuitan Sekda Subulussalam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ini Tanggapan Netizen Terkait Cuitan Sekda Subulussalam

Ini Tanggapan Netizen Terkait Cuitan Sekda Subulussalam
Foto Ini Tanggapan Netizen Terkait Cuitan Sekda Subulussalam

URI.co.id, SEUBULUSSALAM – Pemberitaan dengan judul ‘Subulussalam Rusuh’ di Harian Serambi Indonesia menjadi hal yang meresahkan bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Subulussalam, H Damhuri SP MM.

Pasalnya, ia membuat postingan di akun media sosial miliknya, Sabtu (5/8/2017), yang meminta agar media tidak menggembar-gemborkan berita tentang kerusuhan massa dengan perusahaan perkebunan.

(BACA: Sekda Subulussalam Resah Pemberitaan PT Asdal, Ada Apa?)

Cuitan sang Sekda langsung ditanggapi sejumlah warga di Subulussalam seperti Jaminuddin Berutu dan Edy Saputra. 

Menurut Edy, “Investasi seyogianya memacu pertumbuhan ekonomi Rakyat, tapi jika investasi menyengsarakan Rakyat dan menguntungkan pihak tertentu saja maka persetan dengan itu semua.. Merdeka,”

Lalu ada cuitan Alim Bako, Alim Bako “SUBULUSSALAM RUSUH ” menurut sy itu judul tak perlu dipermasalahkan. Kenapa demikian? Krn produk jurnalistik merupakan karya dan faktanya demikian dilapangan. Mengenai dikaitkan ” Subulussalam ” dan kejadian itu memang sdh ribuan massa dan layak dimasukkn kata Subulussalam, krn Sultan daulat merupakan wilayah kota sslm.

Mengenai adanya kecemasan akan lari dan tidak adanya investor ke subulussalam, kl niat pemilik modal memang salah, betul dia akan takut. Coba berikan hak dan kewajiban masing2 kedua belah pihak pasti takada masalah. Subulussalam ini adalah daerah aman dan warga nya juga beretika tau membedakan mana belanda dan mana jepang.

Tak ketinggalan, Amirtua Bancin mantan Anggota DPRK Subulussalam juga memposting “Memang selama ini ada perhatian Pemda terhadap masyarakat yang dizalimi PT APL itu, setelah kejadian seperti ini siapa yang disalahkan (?). Investor itu mamcu perekenomian daerah dan mensejahterakan masyarakat sekitarnya bukan untuk berkonflik, apakah HGU itu jujur membayar PBB nya, apakah sudah memenuhi kewajiban lainnya seperti plasma inti untuk masyarakat sekitarnya, kalo belum berarti hukum diskriminatif terhadap rakyat.

Sementara akun Marwan Salam membuat tanggapan, pertanyaannya; investor menguntungkan siapa? Belum lagi permasalahan CSR sebagai kewajiban perusahaan yg minim dan bahkan menguap ntah kemana. Masyarakat nyaris tak menikmati. Sebaliknya jalan dan jembatan mengalami kerusakan akibat mobil2 pengangkut CPO dan kendaraan alat berat yg melintasi jalan dan jembatan.

Seperti PKS Pelayangan ketika hendak didirikan, pihak perusahaan membujuk masyarakat kec. Longkib utk memberikan dukungan. Tp setelah beroperasi, apa yg diperoleh masy kec. Longkib? Nihil.

Tak hanya lewat facebook, sejumlah warga juga menyayangkan sikap Sekda Kota Subulussalam karena terkesan membela investor. Sekda dinilai lebih memperhatikan kepentingan investor dibanding penderitaan rakyat. (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id