Tim Polda ke Subulussalam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tim Polda ke Subulussalam

Tim Polda ke Subulussalam
Foto Tim Polda ke Subulussalam

* Bantu Pengusutan Pembakaran PT Asdal

SUBULUSSALAM – Rusuh massa yang berujung pengrusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Asdal Prima Lestari (APL) di Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulusalam terus didalami oleh pihak kepolisian. Tim Polda Aceh ikut mem-backup pengusutan kasus yang terjadi dalam dua wilayah, Kota Subulussalam dan Aceh Selatan tersebut.

“Polda ikut mem-backup penanganan kasus pembakaran ini karena lokasi (lahan hak guna usaha) PT Asdal mencakup dua wilayah yaitu Subulussalam dan Aceh Selatan. TKP pengrusakan dan pembakaran juga dalam dua wilayah itu,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK kepada Serambi, Jumat (4/8).

TKP pertama, kata Kapolres Aceh Singkil adalah Pos Satpam PT Asdal di pintu masuk perusahaan merupakan wilayah Aceh Selatan, Desa Kapa Seusak, Kecamatan Trumon Timur. Sedangkan fasilitas perkantoran PT Asdal di bagian dalam masuk wilayah Kota Subulussalam sehingga menjadi kewenangan Polres Aceh Singkil.

Terkait perkembangan pengusutan kasus rusuh massa yang tarjadi Rabu (2/8) malam, menurut AKBP Ian Rizkian pihaknya sudah menanyai 15-an warga. Namun yang diperiksa dan telah di-BAP baru pihak perusahaan selaku pembuat laporan polisi.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dari internalnya yang ada di lokasi kejadian. Sementara di kalangan masyarakat, polisi telah menanyai sekitar sembilan orang. Namun untuk masyarakat baru sebatas wawancara belum masuk tahap pemeriksaan. “Yang kita BAP-kan baru pihak perusahaan karena mereka membuat laporan polisi. Masyarakat baru sekadar wawancara belum diperiksa,” ujar AKBP Ian Rizkian.

Dijelaskannya. pemeriksaan akan dilakukan jika polisi telah mendapatkan data lengkap. Pengusutan baru tahap penyelidikan (lidik) belum penyidikan (sidik). Kendati demikian, proses akan terus dilakukan dengan menanyai beberapa sumber dan pihak terkait termasuk masyarakat sekitar atau yang terlibat dalam aksi. “Kasus ini murni kriminal,” kata Ian Rizkian.

Tentang H Zainal
Ditanya tentang H Zainal bin Ismail, tokoh masyarakat Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat yang dijemput paksa oelh pihak kejaksaan–sehingga memicu rusuh massa–menurut Kapolres AKBP Ian Rizkian hal itu ranahnya Kejari Aceh Selatan. “Polisi fokus pada penanganan kasus kriminal yaitu pengrusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan,” kata AKBP Ian Rizkian.

Proses penangkapan H Zainal alias “Anak Desa”, menurut Kapolres Aceh Singkil sesuai aturan dan memiliki dasar hukum yang sah yakni putusan PN Tapaktuan. Namun soal penangkapan pada malam hari yang disorot oleh masyarakat, menurut Rizkian itu hal lain dan tidak boleh menjadi pembenar untuk melakukan aksi kriminal.

Hingga kemarin petang, penjagaan di areal PT Asdal Prima Lestari masih melibatkan personel Brimob. Sedangkan aparat dari Polres Aceh Singkil mulai ditarik. Situasi di lokasi perusahaan, menurut Kapolres Aceh Singkil sudah kondusif dan berharap tidak ada lagi upaya provokasi dari pihak mana pun.

Seperti diberitakan, ratusan orang dari sejumlah desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam murka, lalu menyerang perusahaan perkebunan PT Asdal Prima Lestari (APL) yang berlokasi di Desa Lae Langge, berbatasan dengan Aceh Selatan, Rabu (2/8) malam.

Kerusuhan itu mengakibatkan sejumlah aset PT Asdal terbakar: truk, kamp, bahkan kantor. Pemicunya disebut-sebut karena warga memprotes pihak Kejaksaan Negeri Aceh Selatan yang menjemput paksa H Zainal bin Ismail, warga Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Tokoh yang selama ini dikenal paling berani membela masyarakat ketika bermasalah dengan PT Asdal ditangkap malam hari, pukul 20.00 WIB, beberapa saat sepulang shalat berjamaah di masjid setempat. Sedangkan amuk massa ke PT Asdal terjadi beberapa jam kemudian, sekitar pukul 23.00 WIB.

Asdal rugi besar
Seperti dilaporkan sebelumnya, manajemen PT Asdal mengalami rugi cukup besar akibat aksi massa yang berujung pada pembakaran sejumlah fasilitas perusahaannya. Hal itu disampaikan melalui Bagian HRD PT Asdal, Kerugian PT Asdal akibat amuk massa itu sekitar Rp 7 miliar.

Eddi mengatakan pihak perusahaan akan segera melaporkan secara hukum terkait aksi kerusuhan massa terhadap perusahaannya. “Karena ini kerugian dan nominalnya cukup besar pasti ada langkah hukum. Kami menyerahkan kepada pihak berwajib, kasus ini diselesaikan secara hukum,” kata Edi.

Edi yang bertindak mewakili humas dan manajer PT Asdal mengatakan, saat massa mendatangi areal perkantoran PT Asdal, Rabu malam, kondisi terasa mencekam akibat lemparan batu, dilanjutkan perusakan bangunan dan aksi pembakaran.(lid) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id