Puting Beliung Rusak 5 Bangunan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Puting Beliung Rusak 5 Bangunan

Puting Beliung Rusak 5 Bangunan
Foto Puting Beliung Rusak 5 Bangunan

* Badai, KMP BRR Kurangi Trip

CALANG – Puting beliung disertai hujan deras telah menyebabkan tiga rumah, satu unit depot air, dan satu kilang kayu hancur di Desa Padang Datar, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (4/8). Peristiwa pada pukul 07.00 WIB itu membuat panik para penghuni bangunan yang masih beristirahat. Namun, tak ada korban jiwa.

Birul Walidaini (32), warga Desa Padang Datar, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, saat ditemui Serambi, Jumat (4/8) di lokasi mengatakan, puting beliung yang menerjang depot airnya terjadi saat dia masih tertidur di samping depot itu.

Selain itu kilang kayu yang berada di samping depot air juga rusak parah. Bagian atapnya ikut diterbangkan angin. Saat itu pekerja yang berada di dalam kamar di kompleks kilang kayu itu sedang tertidur, namun ia selamat dan tidak terluka.

Bupati Aceh Jaya, Drs T Irfan TB, meninjau langsung kondisi korban sekaligus menyerahkan bantuan masa panik kepada korban angin puting beliung di Desa Padang Datar didampingi camat, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBK) Aceh Jaya, dan keuchik setempat.

“Bantuan yang kita berikan berupa sembako, uang tunai, dan material bangunan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang mengalami musibah,” kata Bupati Aceh Jaya, Drs T Irfan TB.

Dijelaskan bahwa bangunan yang rusak itu masing-masing milik Birul Walidaini, Saiful Nizar (43), Maya (29), dan Aisyah (50).

Berlayar 1 trip
Dari Sabang dilaporkan, cuaca buruk berupa angin kencang disertai hujan dengan intensitas ringan hingga lebat kembali menerpa wilayah Kota Sabang, Jumat (4/8). Akibatnya, kapal lambat KMP BRR hanya berlayar satu trip mengangkut penumpang dan barang dari Sabang ke Banda Aceh dan sebaliknya. Namun, kapal cepat tetap melayani penumpang dua trip.

Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Abdurrani, kepada Serambi mengatakan, sesuai informasi yang diterimanya dari PT ASDP bahwa kapal lambat pada Jumat kemarin hanya berlayar satu trip dari Balohan ke Ulee Lheue, Banda Aceh. Padahal, biasanya dua trip.

Kapal lambat berkapsitas 350 penumpang yang sebelumnya berlayar dari Sabang ke Banda Aceh pukul 08.00 WIB itu menghentikan pelayaran sore karena gelombang laut di perairan Sabang mencapai 3 meter, menyusul angin kencang disertai hujan yang menerjang wilayah itu sejak Kamis sore hingga Jumat kemarin.

Meski KMP BRR hanya berlayar satu trip, namun tak ada penumpang yang telantar atau tertunda keberangkatannya. Semua penumpang habis terangkut dengan kapal cepat yang tetap berlayar dua trip. Trip I berangkat dari Sabang pukul 08.00 WIB, sedangkan trip II pukul 14.30 WIB. “Tidak ada penumpang yang telantar, hanya saja sembilan unit mobil masih antrean di pelabuhan,” katanya.

Tiang listrik
Selain mengganggu pelayaran kapal penyeberangan, angin kencang disertai hujan yang menerjang wilayah Kota Sabang, sejak Kamis (3/8) sore juga mengakibatkan tiang listrik di kawasan Gampong Anoi Itam, Kecamatan Suka Jaya, tumbang.

Manajer PT PLN Rayon Sabang, Muhammad Mizwar ST, kepada Serambi mengatakan, tiang listrik itu tumbang diterjang angin kencang Kamis menjelang shalat Magrib, yakni sekitar pukul 18.45 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan aliran listrik di kawasan Gampong Cot Ba’U dan Anoi Itam terputus. Listrik ke kawasan itu baru nyala kembali pukul 21.10 WIB setelah tiang yang tumbang itu diperbaiki. (c45/az) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id