Pelanggan PLN Blangkejeren Prabayar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pelanggan PLN Blangkejeren Prabayar

Pelanggan PLN Blangkejeren Prabayar
Foto Pelanggan PLN Blangkejeren Prabayar

* 100 Persen Pertama di Aceh

BLANGKEJEREN – PT PLN (Persero) Rayon Blangkejeren, Gayo Lues (Galus) resmi ditetapkan sebagai kabupaten pertama yang menerapkan 100 persen listrik prabayar. Berdasarkan data terakhir, sebanyak 20.741 pelanggan di 10 kecamatan telah menggunakan meteran prabayar, kecuali Kecamatan Putri Betung yang memiliki pembangkit listrik sendiri.

Peresmian 100 persen penggunaan listrik prabayar pertama di Aceh dilakukan oleh Bupati Galus, Ibnu Hasim bersama General Manager (GM) PLN WIlayah Aceh, Jebri Rosriadi di Blower, Blangkejeren, Jumat (4/8). Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Galus juga hadir bersama sejumlah manajer PLN kabupaten/kota di Aceh.

Dilaporkan, hanya 221 pelanggan yang masih menggunakan meteran analog, yakni TNI dan Polri, karena pembayaran rekening listrik langsung di pusat. Jebri Rosriadi menjelaskan Gayo Lues menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Aceh yang telah memanfaatkan listrik prabayar oleh seluruh pelanggan dan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lainnya.

“Keberhasilan penerapan listrik prabayar di Gayo Lues harus diikuti oleh pelanggan kabupaten lainnya,” ujar Jebri. Dia mengakui dukungan semua pihak, terutama Pemkab Galus dalam mempromosikan listrik prabayar kepada masyarakat selama empat tahun terakhir ini telah membuahkan hasil dan keberhasilan itu harus diberi apresiasi.

Disebutkan, petugas PLN Blangkejeren terus bekerja keras memberi pemahaman kepada pelanggan untuk beralih prabayar yang menggunakan token atau pulsa. Jebri berharap, manajer PLN rayon kabupaten/kota lainnya di Aceh dapat mengikuti pola yang dilaksanakan oleh PLN Blangkejeren, sehingga 100 persen pelanggan telah menggunakan prabayar.

Jebri menegaskan peralihan pelanggan ke prabayar akan dilakukan secara bertahap. Dia mengakui proses peralihan listrik yang menggunakan ampere (manual) ke listrik prabayar membutuhkan waktu dan proses yang lama, seperti di Galus yang telah digencarkan sejak empat tahun lalu.

Disebutkan, pelanggan prabayar memiliki banyak kemudahan dan keuntungan, karena dapat menentukan sendiri jumlah pulsa yang akan digunakan. Bahkan, untuk pengisian token dapat dilakukan dimana saja, karena sudah tersebar sampai wilayah pedesaan. “Galus terbilang unik, tetapi berhasil menjadi yang pertama mencapai 100 persen penggunaan listrik prabayar di Aceh,” ujarnya.

Sedangkan Manajer PLN Rayon Blangkejeren, Toni Setiawan mengatakan jumlah pelanggan PLN di 10 kecamatan sebanyak 20.741 pelanggan, tetapi 221 pelanggan di intansi vertikal, seperti TNI dan Polri. Disebutkan, Galus memiliki sumber listrik yakni dari PLTMH Berebe 180 Kw, PLTD Rema 3 MW dan PLN 3 MW, dengan beban puncak antara 4,4 sampai 6,0 MW.

Sementara itu, peresmian 100 persen listrik prabayar pertama di Aceh itu turut dimeriahkan dengan hadih doorprice dan pembagian voucher belanja kepada puluhan pelanggan. Bahkan, ada balon berhadiah voucher Rp 500 ribu dilepas oleh Bupati Ibnu Hasim, tetapi belum diketahui siapa yang menemukannya.(c40)

upaya peralihan
* Sosialisasi empat tahun
* Dilakukan secara bertahap
* Penunggak, meteran dicabut
* Diganti meteran prabayar
* Pelanggan minta sendiri
* Pasang baru tetap prabayar (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id