Napi Narkoba Masukkan Wanita ke Rumah Dinas LP | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Napi Narkoba Masukkan Wanita ke Rumah Dinas LP

Foto Napi Narkoba Masukkan Wanita ke Rumah Dinas LP

BANDA ACEH – Warga Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, menggerebek sebuah rumah dinas di Kompleks Perumahan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh, Jumat (18/3) malam.

Penggerebekan itu karena warga mendapati seorang wanita berinisial Sa (51), warga Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, berada di dalam rumah dinas milik LP Banda Aceh, sekitar pukul 22.30 WIB.

Sementara Nz (42), narapidana (napi) narkoba yang diduga sebagai orang yang telah memasukkan wanita tersebut ke rumah dinas yang berada di luar LP Banda Aceh tersebut berhasil kabur.

“Masyarakat curiga keduanya berkhalwat. Kalau bukan untuk tujuan itu, untuk apa juga wanita tersebut yang jelas-jelas bukan muhrim dari napi narkoba itu berada di rumah dinas itu malam-malam,” kata seorang warga kepada Serambi, Sabtu (19/3).

Informasi yang diperoleh Serambi, Nz (42) napi narkoba asal Gampong Lhib, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, divonis 10 tahun penjara dan telah menjalani hukuman 4 tahun, 9 bulan, 5 hari. Karena sepertiga hukuman telah dijalani oleh Nz, sehingga napi tersebut dalam proses menunggu surat bebas bersyarat (BP).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Intel Kompol Apriadi SSos menyebutkan sebelum penggerebekan dan Sa diamankan oleh warga, napi Nz diketahui menjemput wanita tersebut ke Masjid Lambaro. “Sepeda motor Sa diparkirkan di halaman Masjid Lambaro. Lalu setelah itu keduanya berboncengan satu sepeda motor menuju ke kompleks rumah dinas milik LP dan masuk ke sebuah rumah dinas dalam kompleks tersebut yang ternyata telah ‘dikuasai’ oleh Nz,” kata Kompol Apriadi menjawab Serambi.

Apriadi menjelaskan, warga yang curiga dengan keberadaan Sa bertemu napi Nz melewati jam malam, akhirnya memutuskan menggerebek. “Kabarnya Sa berada di dekat pintu di dalam rumah. Sementara Nz yang memang katanya berada di luar langsung berhasil kabur saat warga mendatangi rumah dinas milik LP Banda Aceh itu. Penggerebekan itu, hanya wanita itu yang diamankan dan akhirnya dibawa ke Polsek Ingin Jaya,” demikian Apriadi.

Kapolsek Ingin Jaya, Iptu Edward M Nur mengatakan Sa membantah apa yang dituduhkan warga. Menurut Sa, kedatangannya menjumpai Nz untuk meminjam uang. “Katanya dia ingin mengambil uang dari Nz. Sebelumnya dia telah menelepon Nz untuk minta meminjam uang. Kemungkinan Nz mengatakan ada uang, sehingga Sa menjumpai napi tersebut setelah Sa meminta dijemput ke Mesjid Lambaro. Itu hasil keterangan Sa kepada penyidik,” ungkap Edward.

Pun demikian, kata Edward, pihaknya belum memintai keterangan dari Nz yang dilaporkan sekitar pukul 00.30 WIB kembali ke LP Kelas IIA Banda Aceh, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. “Untuk wanita Sa, tadi sore (kemarin-red) pukul 16.30 WIB, telah kita serahkan ke keuchik, kadus, serta adiknya. Tapi, kasusnya masih tetap dalam penanganan kami. Jadi, Sa tetap dikenakan wajib lapor,” sebutnya.

Kepala LP Kelas II A Banda Aceh, Djoko Setianto menjelaskan rumah dinas milik LP yang berada di kompleks tersebut, sudah tak layak pakai.

Menurut Djoko, napi narkoba yang menunggu surat keputusan pembebasan bersyarat itu telah menjalani sepertiga dari vonis yang dijatuhi, sehingga Nz selama ini bertugas membersihkan bagian luar LP. “Jadi, posisinya bukan napi yang dibebaskan. Tapi, memang pekerjaannya di luar areal LP namun tetap dalam pengawasan petugas,” ujar Djoko.

Menurut Djoko, pihaknya tetap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada pihak Kepolisian. “Kapan saja Nz diperlukan dan dibutuhkan keterangannya, dia ada di LP dan siap diantar atau dijemput oleh petugas Kepolisian,” demikian Djoko.(mir) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id