YARA Minta Pecat PNS Terbukti Korupsi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

YARA Minta Pecat PNS Terbukti Korupsi

YARA Minta Pecat PNS Terbukti Korupsi
Foto YARA Minta Pecat PNS Terbukti Korupsi

BANDA ACEH – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) meminta PNS yang terlibat korupsi dan telah ada putusan tetap pengadilan agar diberhentikan atau dipecat sebagai abdi negara.

“Berhentikan semua PNS yang melakukan tindak pidana korupsi apabila sudah ada putusan inkrah kalau memang itu amanah undang-undang,” kata Ketua YARA Perwakilan Abdya Miswar SH kepada Serambi kemarin. Pernyataan itu disampaikan terkait surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mengusulkan dua pejabat Pemkab Abdya dipecat karena terlibat korupsi. Keduanya adalah Drs Ihsan A Majid dan Drs Hanafiah AK.

Ia menjelaskan apabila Pemkab Abdya tidak memberhentikan kedua pejabat tersebut dan semua PNS lain yang sudah divonis karena terlibat korupsi, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum. “Kami juga akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Abdya di hadapan pengadilan,” tegas Miswar. Sebelumnya diberitakan, BKN mengusulkan dua pejabat Pemkab Abdya dipecat karena terlibat korupsi yaitu Drs Hanafiah AK dan Drs Ihsan A Majid.

Sebelumnya BKN mengusulkan dua pejabat Pemkab Abdya dipecat karena terlibat korupsi. Keduanya adalah Drs Ihsan A Majid dan Drs Hanafiah AK. BKN-RI menilai Drs Ihsan A Majid dan Drs Hanafiah AK telah dinyatakan bersalah sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Tapaktuan Nomor 155/Pid.B/2011/PN.TTN 23 Februari 2012. Keduanya dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Saat itu, Hanafiah menjabat Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Abdya divonis bersalah satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta dalam kasus pembangunan gudang sosial Abdya bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) tahun 2009 senilai Rp 800 juta. Selain Hanafiah, dalam kasus itu majelis hakim juga memvonis satu tahun penjara Drs Ihsan A Majid selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).(mas) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id