Sumber Daya Air Solusi Krisis Energi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sumber Daya Air Solusi Krisis Energi

Foto Sumber Daya Air Solusi Krisis Energi

BANDA ACEH – Permasalahan listrik di Aceh yang menjadi sorotan sejak lama sejatinya dapat diselesaikan dengan memanfaatkan potensi sumber daya air yang melimlah di provinsi ini. Terdapat setidaknya 17 potensi sumber daya air di Aceh yang dapat dijadikan sebagai sumber listrik terbarukan yang hemat dan ramah lingkungan.

Tanggapan itu disuarakan anggota DPRA asal Gayo, Bardan Sahidi menanggapi kondisi listrik di Aceh sebagaimana disajikan Serambi dalam liputan khusus edisi Jumat (18/3).

Menurut Bardan, berdasarkan data yang ia peroleh dari sejumlah sumber, Aceh memiliki 17 lokasi sumber energi listrik tenaga air dengan potensinya mencapai 2.862 MW. Namun baru satu lokasi yang dimanfaatkan yakni Krueng Peusangan di Aceh Tengah. Hingga sekarang progres proyek itu capai 45 persen. Diharapkan, sesuai dengan kontrak pekerjaan ini akan rampung April 2017.

Proyek PLTA Peusangan menghabiskan dana 217,8 juta USD atau Rp 2,5 triliun yang bersumber dari pinjaman lunak Japan International Cooperation Agency (JICA). Progresnya dalam tahap pembangunan prasarana dasar, sistem elektrik, dan jaringan transmisi 150 KV ke beberapa gardu induk. Proyek ini akan menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 88 MW.

Dalam rencana induk, secara bertahap PLTA ini akan mampu mengatasi krisis energi listrik di Aceh melalui sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

“Kita punya banyak sumber daya air yang potensial. Ini sebagai modal mendirikan sejumlah PLTA di Aceh. Cadangan sumber daya alam yang dianugerahi Tuhan untuk bumi Aceh sangat melimpah. Tinggal kita lagi yang harus menyediakan sumber daya manusianya agar dikelola dengan baik,” katanya.

Untuk mempertahankan sumber daya alam seperti air, lanjut Bardan sangat terkait dengan pengelolaan ekosistem hutan. Hutan di seluruh Aceh harus dijaga. Pemerintah Aceh harus punya rencana lebih matang tentang perlindungannya. Demikian juga seperti PLTA Peusangan yang akan menjadi andalan, airnya bersumber dari hutan kemudian ke Danau Lut Tawar dan seterusnya ke DAS Peusangan. Untuk itu perlindungan terhadap hutan, danau, dan DAS ini harus diperkuat. Jika tidak suatu saat proyek ini akan terganggu.

Proyek PLTA Peusangan pernah ditunda selama 12 tahun lebih akibat konflik Aceh yang berkepanjangan. Suasana damai saat ini perlu dipertahanan. Di sisi lain, dengan adanya PLTA Peusangan, Bardan mengharap SDM Aceh belajar dari pihak asing, pasalnya saat ini sangat minim SDM yang ahli di bidang pembangkit listrik hidro. Dengan demikian sumber-sumber energi yang ada di Aceh bisa dimanfaatkan.

“Jika ada niat yang baik pasti Aceh bisa menata sumber-sumber energi untuk keberlangsungan hidup dan investasi Aceh di masa depan yang lebih baik. Jadi ke depan swasembada listrik di Aceh merupakan sebuah keniscayaan. Kita tak ingin lagi mendengar permasalahan investasi dan sebagainya terkendala listrik, apalagi permasalahan listrik rumah tangga,” demikian Bardan. (gun) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id