Keluarga Gelandangan Diserahkan ke Dinsos Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Keluarga Gelandangan Diserahkan ke Dinsos Aceh

Foto Keluarga Gelandangan Diserahkan ke Dinsos Aceh

BANDA ACEH – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, Jumat (18/3) mengamankan dua keluarga gelandangan asal Aceh Utara di Terminal labi-labi Keudah, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Dua pasangan suami istri yang masing-masing mempunyai balita itu akan diserahkan pada Dinas Sosial Aceh (Dinsos) untuk pembinaan.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi yang dihubungi Serambi kemarin mengatakan, diketahuinya keberadaan dua keluarga gelandangan itu di terminal Keudah setelah adanya laporan dari masyarakat setempat. Bahkan hingga tadi malam keluarga itu dilaporkan masih diamankan pihak Satpol PP.

“Dari hasil interogasi petugas diketahui bahwa 6 orang itu sudah tinggal di terminal selama 1 bulan. Dan selanjutnya keluarga itu akan diserhkan ke Dinas Sosial Aceh untuk mendapat pembinaan,” ujar Yusnardi.

Adapun pasangan yang diamankan itu yaitu Ramli Ahmad (68) asal Panton Labu, Aceh Utara dan isterinya Masyitah (18) asal Sibreh, Aceh besar dan seorang anaknya yang masih kecil (balita). Sedangkan pasangan kedua M Yasir (33) asal Tangse, Pidie dan isterinya Desianti (18) asal Sawangjuga mempunyai anak balita.

Menurutnya, Satpol PP dan WH bertugas menertibkan gelandangan, pedagang kaki lima, dan penyandang tuna sosial. Disebutkan, pembinaan terhadap gelandangan seperti itu adalah wewenang Dinas Sosial Kota dan Provinsi Aceh. “Kami belum tahu seperti apa tindakan yang diberikan, apakah dibina atau dipulangkan langsung ke kampungnya,” kata dia.

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Antar Lembaga Satpol PP dan WH Banda Aceh, Zakwan Abdullah menambahkan, kondisi dua keluarga ini memprihatinkan. Bahkan kedua istri sedang mengandung anak kedua. Disebutkan, pasangan itu terjalin melalui nikah siri dan tak punya buku nikah.

Sedangkan kedua kepala keluarga itu adalah bekerja sebagai pemulung dan tukang parkir liar. “Selama ini kedua keluarga itu tidur, makan, dan mandi di Terminal Keudah. Mereka kami amankan ke kantor bersama alat masak yang ditemukan di halte,” jelasnya. (fit) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id