Diimbau Naikkan Merah Putih, Nek Maryam Malah Kibarkan Bintang Bulan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Diimbau Naikkan Merah Putih, Nek Maryam Malah Kibarkan Bintang Bulan

Diimbau Naikkan Merah Putih, Nek Maryam Malah Kibarkan Bintang Bulan
Foto Diimbau Naikkan Merah Putih, Nek Maryam Malah Kibarkan Bintang Bulan

IDI – Ada-ada saja. Seorang nenek di Aceh Timur, Siti Maryam (70) nyaris harus berurusan dengan hukum karena salah dalam menerima dan menindaklanjuti informasi. Diminta menaikkan bendera Merah Putih, nenek yang kerap disapa Poyam atau Nek Maryam ini, malah mengibarkan bendera Bintang Bulan.

Belakangan, bendera Bintang Bulan yang sempat dikibarkan oleh Poyam di depan rumahnya di Gampong Pulo Blang, Kecamatan Darul Ikhsan, Aceh Timur, Rabu (2/8), telah diamankan oleh anggota Polsek dan Koramil setempat.

Informasi diperoleh Serambi, Nek Maryam menaikkan bendera Bintang Bulan tersebut setelah mendengar imbauan dari meunasah gampong, untuk menaikkan bendera secara serentak. Karena sudah tua dan pikun, serta kesalahan informasi yang ia terima, sehingga ia mengibarkan bendera Bintang Bulan pada sebuah tiang kayu di depan rumahnya.

Rumah Nek Maryam terletak di tepi jalan Kecamatan Idi Rayeuk-Darul Ikhsan, sehingga dengan mudah terlihat oleh pengguna jalan.

Sekdes Gampong Pulo Blang, Saiful Nizar, yang dikonfirmasi Serambi mengakui Nek Maryam sempat menaikkan bendera bergambar Bintang Bulan. “Dia janda sudah tua. Yang kami suruh naikkan mulai 1 sampai 31 Agustus 2017 adalah bendera Merah Putih, tapi entah kenapa beliau langsung naikkan Bintang Bulan. Tapi langsung kami minta untuk diturunkan, jadi tidak ada masalah lagi,” ungkap Saiful Nizar.

Ia menambahkan, imbauan kepada warga untuk menaikkan bendera Merah Putih, merupakan tindak lanjut dari imbauan Bupati Aceh Timur. Dimana masyarakat umum diimbau agar memasang bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT Ke-72 Kemerdekaan RI.

Informasi lain diperoleh Serambi, warga yang mengetahui Nek Maryam menaikkan bendera Bintang Bulan langsung melapor kepada anggota Polsek dan Koramil Darul Ikhsan.

Setelah anggota Polsek dan Koramil tiba di lokasi, mereka langsung meminta Nek Maryam menurunkan sendiri bendera tersebut. Setelah diturunkan, Nek Maryam kemudian menyerahkannya kepada anggota Polsek untuk diamankan.

Sumber Serambi menyebutkan, bendera Bintang Bulan yang sempat dikibarkan Nek Maryam itu ia ambil dari rumahnya dan telah tersimpan sejak lama.

Untuk diketahui, hingga kini pengibaran bendera Bintang Bulan masih menuai kontroversi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Pemerintah pusat menganggap bendera Bintang Bulan yang sudah disahkan oleh DPRA–dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013–sebagai Bendera Aceh, masih mirip bendera separatis, sehingga tidak boleh dikibarkan.

Pada tanggal 28 Maret 2016 lalu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh yang terdiri atas Wali Nanggroe, Gubernur, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda, dan Kajati Aceh mengeluarkan pernyataan bersama tentang bendera dan lambang Aceh dalam sebuah rapat tertutup di Meuligoe (Pendapa) Gubernur Aceh, Senin (28/3/2016) sore.

Dalam seruan bersama itu Forkopimda meminta semua pihak menahan diri, jangan dulu mengibarkan bendera Aceh, mengingat belum ada suatu kesepakatan bersama antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Aceh tentang bendera dan lambang dimaksud.

Sebagaimana diketahui, bendera dan lambang Aceh yang baru (bukan Pancacita -red) sudah ditetapkan DPRA dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013. Namun, berhubung qanun tersebut belum ada suatu kesepakatan bersama antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Aceh, maka Forkopimda meminta kepada semua pihak untuk tidak menaikkan, mengibarkan, menggunakan, dan mempublikasikan Bendera dan Lambang Aceh dimaksud sampai dengan adanya ketentuan lebih lanjut.(c49) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id