Rp 1 T Hibah Bakal Cair | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rp 1 T Hibah Bakal Cair

Rp 1 T Hibah Bakal Cair
Foto Rp 1 T Hibah Bakal Cair

BANDA ACEH – Dana hibah dan bansos dalam APBA 2017 senilai Rp 726 miliar – Rp 1 triliun yang selama ini belum bisa dicairkan karena adanya larangan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh semasa dr Zaini Abdullah, bulan depan dana itu bakal bisa dicairkan. Pasalnya, pihak DPRA, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Forkopimda sudah menyetujui pencairan dana ini dalam pertemuan, 31 Juli 2017 dan Gubernur akan membuat SK-nya.

Ketua DPRA Muharuddin menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi, Kamis (3/8). Menurutnya, awalnya hambatan pencairan dana hibah ini karena SE tertanggal 18 Mei 2017 Nomor 910/7603 yang ditandatangani Gubernur Aceh ketika itu, dr Zaini Abdullah. Perihal surat ini tertib administrasi pelaksanaan belanja hibah dan bantuan sosial tahun anggaran 2017.

“Pada poin 2 huruf i surat itu disebutkan belanja hibah dan bantuan sosial dilaksanakan setelah penetapan APBA-P 2017 tahun anggaran 2017. Kami sangat terkejut ketika membaca isi SE itu,” kata Muharuddin.

Pasalnya, kata Muharuddin, masa jabatan Gubernur Zaini Abdullah ketika itu berakhir 25 Juni 2017 dan sebelum dirinya membuat surat tersebut, ada beberapa dana hibah dan bansos telah dicairkannya, tapi anehnya menjelang akhir masa jabatannya ia membuat SE pelarangan pencairan dana hibah dan bansos kepada SKPA.

“Dana hibah dan bansos baru boleh dicairkan setelah APBA Perubahan 2017. Apa hak beliau menyatakan seperti itu, sedangkan masa jabatannya berakhir 25 Juni 2017. Gubernur yang baru, apakah sudah tentu akan melakukan APBA P 2017,” tanya Muharuddin.

Karena itu, kata Muharuddin dirinya mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan soal SE Gubernur Zaini dulu, selain empat pimpinan DPRA dan Gubernur Irwandi, juga hadir, Pangdam, Kapolda, Kejati dan Anggota Forkopimda lainnya. Kemudian rapat tersebut menghasilkan kesimpulan setuju setuju dana hibah dan bansos itu dicairkan dan gubernur akan membuat SK barunya.

“Tapi sebelum dilakukan pencairan, masing-masing SKPA melakukan verifikasi lebih dulu program dana hibah dan bansos yang mau disalurkan,” kata Muharuddin mengutip hasil pertemuan itu. Ia mengatakan pihaknya setuju dengan syarat tersebut karena sesuai protapnya.

Adapun nilainya mencapai Rp 726 miliar-1 triliun, kata Muharuddin karena umumnya digunakan untuk pelaksanaan program penyediaan rumah duafa, bantuan hibah masjid, dayah, pesantren, bea siswa mahasiswa, dan lainnya, sehingga jika pencairan dana ini tak disetujui, maka penyaluran untuk kebutuhan tersebut tak bisa dilakukan, di samping hanya memperbesar Silpa 2017. Karena itu, Gubernur dan Forkopimda menyetujui hal ini dicairkan, asalkan penggunaannya selektif. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ketika dikonfirmasi Serambi seusai tersebut mengakui dirinya dan Forkopimda menyetujui penyaluran dana hibah tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda mengatakan dengan sudah ditandatanganinya SK pencairan dana hibah dan bansos oleh gubernur, maka ia berharap SKPA bisa bekerja cepat dan hati-hati dalam memverifikasi dana hibah dan bansos yang mau dicairkan. “Tujuannya agar bulan depan sudah ada pencairan dana hibah dan bansos itu, sehingga bisa meningkatkan daya serap APBA 2017. Tidak seperti yang terjadi pada bulan lalu, target 40 persen, realisasinya baru 33 persen,” kata Sulaiman Abda. (her) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id