Cerita Masjid Guci Rumpong Tgk Chik Di Pasie | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cerita Masjid Guci Rumpong Tgk Chik Di Pasie

Cerita Masjid Guci Rumpong Tgk Chik Di Pasie
Foto Cerita Masjid Guci Rumpong Tgk Chik Di Pasie

SIANG itu, manakala matahari berada di puncak peredarannya, Sabtu (29/7), Serambi Mihrab mendatangi sebuah masjid tua yang dibangun pada masa Kerajaaan Sultan Iskandar Muda berdiri kokoh di sudut Gampong Mesjid, Kemukiman Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Pidie.

Masjid Guci Rumpong Tgk Chik Di Pasie, namanya. Menurut sejarahnya, masjid itu dibangun oleh Tgk Syeh Abdussalam bin Syech Burhanuddin, ulama Aceh masa Sultan Iskandar Muda. Ia merupakan aulia ternama yang lebih dikenal dengan Tgk Chik Di Pasie, yang makamnya terletak di Pasi Lhok Kembang Tanjung. Ada pengalaman unik saat Serambi Mihrab, mengunjungi Masjid Guci Rumpong.

Khatib sekaligus pengurus Masjid Guci Rumpong, Said Samsul Bahri Al Bahsin ditemui Serambi Mihrab, Sabtu (29/7) menuturkan, ada beberapa jejak sejarah yang ditinggalkan di masjid ini, yang sampai kini tetap dilestarikan.

Peninggalannya termasuk tongkat masjid. Sebuah tongkat yang digunakan khatib di mimbar. Ada pula bambu. Bambu tersebut dulu digunakan sebagai “tangga” bagi muazin naik ke menara untuk mengumandangkan azan.

Lalu, ada lagi catatan kutbah selama setahun sesuai kondisi bulan. Itu ditulis teratur. “Jika bulan maulid maka khutbah disampaikan tentang maulid begitu seterusnya,” tutur Said Samsul Bahri.

Uniknya lagi, di sisi masjid itu terdapat dua guci dan Alquran ditulis dengan tangan (serumbeek). Ada juga tempat khalud (suluk) di rumah Tgk Chik di Pasi yang masih terawat sampai sekarang.

Dua guci
Dua guci yang terdapat di Masjid Guci Rumpong, kenapa dinamakan guci rumpong? Alkisah menurut sejarah mulut ke mulut, kedua guci itu mengalami pecah (rumpong). Hal itu terjadi karena kedua guci pernah saling berbenturan, sehingga pecah mulutnya. Sebab itulah dinamakan guci rumpong. Guci itu tempat menyimpan air dari sumur sejak ratusan tahun lalu.

Jika habis, airnya ditambah lagi ke dalam guci. Sampai sekarang air dalam guci digunakan untuk membasuh muka, dan bila ada hajat memandikan seseorang, atau sebagai penyembuh orang sakit yaitu dengan cara meminum air dari guci tersebut. Masih diceritakan Said Samsul Bahri, meskipun kemarau, tapi air dari sumur untuk disimpan ke guci tetap ada. Itu bedanya.

“Memang saat ini peninggalan sejarah itu membutuhkan bantuan agar dibangun tempat wudhuk yang maksimal,” kata Said didampingi Imam Mukim, said Muslim Hasan Al-Bahsin. Pada faktanya, guci rumpong hingga kini dipercayai sebagai tempat orang melepas nazar (peulheueh kaoy).

Konon, katanya, kedua guci bisa membuktikan seseorang berkata/berbuat benar atau salah. Bila salah/bohong, maka yang bersangkutan akan lengket di sebuah guci. Menurut sejarahnya pula, dua guci tersebut berasal dari Siam (Thailand), hadiah Kerajaan Cina kepada Kerajaan Aceh masa itu.

Poros tengah Bambi
Begitulah, untuk tiba di Masjid Guci Rumpong kita harus melewati jalan poros tengah Bambi. Tapi jalan ini sudah rusak karena sudah lama tak terjamah pemerintah.

Masjid yang masih asli ada di sisi kiri. Di sisi kanan telah dibangun masjid baru berkubah warna kuning emas. Namun hanya digunakan untuk shalat
Jumat. Sedangkan masjid peninggalan sejarah Tgk Chik di Pasie di sampingnya tetap digunakan untuk shalat lima waktu.

Di dalam masjid tersimpan Seureubek yaitu sebuah Alquran tulisan tangan Tgk Chik Di Pasie yang juga berusia ratusan tahun. Alquran inilah rupanya yang digunakan masyarakat untuk kesaksian sumpah. Tahukah Anda? Ada pulacerita tentang orang berbohong di dalam sumpahnya (Seureubek di atas kepalanya), orang itu akan kejang-kejangseperti disambar petir.

Lalu kenapa ada batu yang dikurung dalam kerangkeng di dekat pintu masjid? Batu itu konon sebagai tempat cuci kaki Tgk Chik di Pasie bila hendak masuk ke masjid. Sementara sekarang, bila ada pengunjung yang mencuci kepalanya dengan air guci, air hasil cuciannya itu ditumpahkan ke atas batu. Itulah Masjid Tgk Chik di Pasie atau Masjid Guci Rumpong yang menyimpan ejarah.(nur nihayati) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id