14 Warga Aceh Barat Diperiksa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

14 Warga Aceh Barat Diperiksa

14 Warga Aceh Barat Diperiksa
Foto 14 Warga Aceh Barat Diperiksa

* Terkait Kasus Pembakaran Lahan

MEULABOH – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan memintai keterangan 14 warga Aceh Barat terkait kebakaran lahan gambut di kabupaten itu sejak 18 Juli lalu.

Kebakaran tersebut terbilang parah, sehingga menyebabkan wilayah Aceh Barat disungkup kabut asap hampir dua minggu, dan harus melibatkan dua helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memadamkan kobaran apinya hingga akhir Juli.

“Sejauh ini, mereka yang diperiksa tersebut masih berstatus saksi. Kami masih terus dalami kasus ini,” kata AKBP Teguh Priyambodo menjawab Serambi di Meulaboh, Rabu (2/8) kemarin.

Menurutnya, 14 warga yang diperiksa itu ada yang berstatus pemilik lahan, ada juga yang sekadar mengetahui kasus kebakaran lahan yang terjadi di wilayah domisilinya. Namun, Kapolres tak merinci berapa orang di antaranya yang berstatus pemilik lahan.

Kapolres hanya menyebutkan, di antara para pemilik lahan itu ada seorang anggota DPRK Aceh Barat berinisial SU. Ia diperiksa karena lahan miliknya ikut terbakar. Namun, belum mengarah apakah ia bersalah karena menyuruh pekerja membakar lahan tersebut atau justru ia yang menjadi korban karena lahannya terbakar oleh ulah orang lain.

Begitupun, Kapolres menyatakan masih akan memanggil sejumlah saksi dan pihak lainnya untuk mengungkap siapa sebetulnya dalang kasus kebakaran lahan gambut tersebut, sehingga berdampak buruk secara ekologis, medis, sosial, dan ekonomi.

Sementara itu, Anggota DPRA asal Aceh Barat, Zaenal Abidin, meminta Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat perlu segera melakukan pemetaan wilayah mana saja yang harus dilindungi atau dilarang tidak boleh ada aktivitas pembakaran apabila pemilik lahan ingin berkebun, terutama di kawasan lahan gambut.

“Kami berharap kasus kebakaran lahan jangan lagi terulang. Segera petakan wilayah yang terdapat lahan gambutnya di Aceh Barat,” harap Zaenal.

Data sementara menyebutkan, lahan gambut terluas di Aceh justru terdapat di Kabupaten Aceh Barat, disusul Aceh Singkil. Kepala UPTD Wilayah IV Dinas Perkebunan Aceh, Usman juga memandang mendesak pemetaan wilayah yang lahannya boleh dibakar, mana pula yang tak boleh, saat membuka kebun, ladang, atau sawah.

Menurutnya, lokasi yang terbakar di Aceh Barat itu merupakan lahan masyarakat dan bukan kawasan hutan, melainkan areal penggunaan lain (APL).

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Syahluna Polem melaporkan, kebakaran lahan gambut di kabupaten itu sudah berangsur padam. Ia berharap dapat segera padam total, terutama setelah sering turun hujan di kawasan itu. Apalagi dua heli dari BNPB gencar menyiramkan bom air ke titik-titik api ditambah upaya pemadaman dari jalur darat mengandalkan armada kebakaran (damkar).

Syahluna menyebutkan, total lahan yang terbakar dalam dua pekan terakhir di Aceh Barat mencapai 222,5 hektare (ha). Tersebar di sembilan kecamatan, dengan rincian: Woyla dua desa, Meureubo dua desa, Samatiga dua desa, Johan Pahlawan lima desa, Arongan Lambalek satu desa, Kaway XVI tiga desa, Bubon satu desa, Woyla Barat dua desa, dan Kecamayan Sungaimas satu desa.

“Dari hasil rapat koordinasi penanggulangan kebakaran lahan diputuskan bahwa penyiraman lahan terbakar akan difokuskan melalui jalur darat menggunakan armada damkar,” katanya. Ia berharap hujan makin sering mengguyur Aceh Barat, sehingga titik-titik api bisa padam total dan tak muncul titik api baru. (riz) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id